<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" ><generator uri="https://jekyllrb.com/" version="4.2.0">Jekyll</generator><link href="https://adnan.id/feed.xml" rel="self" type="application/atom+xml" /><link href="https://adnan.id/" rel="alternate" type="text/html" /><updated>2024-11-22T17:12:19+07:00</updated><id>https://adnan.id/feed.xml</id><title type="html">Adnan</title><subtitle>Selamat datang di halaman pribadi Adnan.
</subtitle><entry><title type="html">Ku Penuhi Panggilanmu Yaa Rabb - Umrah Mandiri, Bagian 3</title><link href="https://adnan.id/tulisan/ku-penuhi-panggilanmu-yaa-rabb-umrah-mandiri-bag-3/" rel="alternate" type="text/html" title="Ku Penuhi Panggilanmu Yaa Rabb - Umrah Mandiri, Bagian 3" /><published>2024-11-07T09:00:00+07:00</published><updated>2024-11-07T09:00:00+07:00</updated><id>https://adnan.id/tulisan/ku-penuhi-panggilanmu-yaa-rabb-umrah-mandiri-bag-3</id><content type="html" xml:base="https://adnan.id/tulisan/ku-penuhi-panggilanmu-yaa-rabb-umrah-mandiri-bag-3/">&lt;p&gt;Kita berjumpa lagi dalam serial tulisan Umrah Mandiri, kali ini kita ada di bagian akhir dari trilogi tulisannya. Bagian terakhir ini menceritakan tentang perjalanan kami di Kota Mekkah, kota kedua kami menjalankan rangkaian ibadah di Haramain sebelum nantinya kembali pulang ke tanah air. Di akhir nanti juga saya lampirkan daftar biaya yang dikeluarkan selama perjalanan Umrah ini.&lt;/p&gt;

&lt;h4 id=&quot;tiba-di-mekkah&quot;&gt;Tiba di Mekkah&lt;/h4&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Madinah mengajarkan tentang ketenangan dan rindu yang harus dituntaskan. Mekkah mengajarkan tentang perjuangan, ketidakmampuan kita sebagai hamba, dan rasa tunduk akan kebesaran-Nya&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Ungkapan itu menggambarkan suasana perjalanan kami. Selama di Madinah—meskipun baru pertama kali menginjakkan kaki disana—rasanya hati lebih tenang. Tenang dengan suasana kotanya, dengan keteraturan di area Masjid Nabawi, dan tenang karena memang selama di Madinah ibadahnya bebas tidak diatur waktu (maksudnya yang tidak diatur ini selain ibadah wajib ya). Disana pula rasa rindu terpuaskan, bisa dekat dengan sosok mulia Sayyidina Muhammad SAW di kota tempat beliau memperjuangkan agama ini dengan para sahabatnya. Rasa itu seakan menjadi jawaban atas pesan rindu yang selama ini dikirimkan dengan untaian shalawat. Rasa yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan kalau kita memaknai rasa cintanya Rasulullah SAW kepada kita semua, umatnya yang lahir setelah wafatnya beliau di alam dunia.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sementara di Mekkah, bahkan sejak awal akan mengambil miqat di Dzulhulaifah pun ada rasa takut dan khawatir di hati ini. Wajar aja karena ini kali pertama bagi kami menjalankan umrah dengan segala peraturan yang mengikatnya. Di momen ini harus saling menguatkan karena kami tidak ada &lt;em&gt;muthawwif&lt;/em&gt; yang memandu prosesi ibadah. Hanya mengandalkan panduan (dari guru dan dari buku) serta perlindungan dari Allah SWT, karena hakikatnya pun kami kesini atas izin-Nya, mana mungkin kami ditelantarkan oleh-Nya. &lt;em&gt;Hasbunallahu wa ni’mal wakiil…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Foto diatas menggambarkan sedikit “keriwehan” kami, pakai kain ihram sambil bawa troli dengan 3 koper dan ransel yang didorong di stasiun kereta cepat. Namanya juga umrah mandiri, fisik harus siap buat angkat-angkat, dorong-dorong, kesana-kemari, sendiri. Kami berangkat dari Madinah ke Mekkah ini naik kereta kelas Bisnis, bukan Ekonomi. Sedikit pelajaran yang perlu dicatat kalau tiket HHR lagi promo mendingan segera pesan deh, jangan kayak saya. Pas lagi harga promo tapi pesek tiketnya nanti-nanti. Akhirnya ketika H-1 baru pesan ternyata tiket kelas Ekonomi yang jamnya cocok itu sudah habis dan terpaksa kami harus pesan yang Bisnis. Walaupun harganya lagi promo 50% tapi tetap aja lebih mahal dibandingkan harga kelas Ekonomi tanpa promo.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kelebihannya HHR kelas Bisnis ini di stasiun keberangkatan kita bisa nunggu kereta di &lt;em&gt;Business Lounge&lt;/em&gt;. Di dalamnya bisa ambil makanan dan minuman ringan secara gratis. Nantinya juga dalam kabin kereta kita dapat makanan. Hikmah untuk kami dibalik kelalaian pesan tiket Ekonomi ini ternyata jadi bisa menikmati perjalanan. Maklum kami pun belum beli makan siang juga sejak check-out hotel, miqat, dan perjalanan ke stasiun kereta Madinah. Selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian.&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px; max-height: 600px;&quot; src=&quot;/img/hhr-business.jpeg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom:15px&quot;&gt;&lt;small&gt;Gambar 1 : Menu makanan HHR Business Class.&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Satu tips untuk teman-teman yang ke Mekkah naik HHR, setelah tiba dan keluar area stasiun kita akan ditawarin taksi untuk transportasi ke hotel. Saran saya pesan pakai Careem atau Uber aja karena lebih murah, tapi kita harus jalan ke titik &lt;em&gt;pick-up&lt;/em&gt; dulu. Dari pintu keluar stasiun jalan lurus untuk ke eskalator turun, di bawah ada area parkir dan taksi online bisa jemput di area tersebut. Ini gambaran areanya.&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px; max-height: 600px;&quot; src=&quot;/img/pickup-hhr-mekkah.jpeg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom:15px&quot;&gt;&lt;small&gt;Gambar 2 : Area pick-up di stasiun HHR Mekkah.&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Kami menggunakan taksi online Careem untuk menuju Swissotel Makkah tempat kami bermalam selama 5 hari. Hotel ini berada di area “Ring-1” Masjidil Haram, oleh karenanya untuk menurunkan penumpang harus menuju terowongan ke area bawah, tidak turun di pinggir jalan besar di sekitar masjid.&lt;/p&gt;

&lt;h4 id=&quot;persiapan-prosesi-umrah&quot;&gt;Persiapan Prosesi Umrah&lt;/h4&gt;

&lt;p&gt;Setibanya di kamar sekitar jam setengah 7 malam, kami istirahat sebentar dan bersiap melangsungkan prosesi Umrah. Di tengah suasana fisik yang lelah setelah perjalanan sekitar 434 km antara kota Madinah-Mekkah, rasa syukur tak terbendung lagi. Meski mata kami belum memandang Masjidil Haram atau Kakbah secara langsung, namun keberadaan kami di kota Mekkah—atas izin-Nya—ini merupakan anugerah yang luar biasa. Barulah sekitar jam 9 malam waktu Saudi kami mulai turun dari kamar hotel. Turun lift dari lantai 9 ke lobby, lalu jalan sedikit keluar Clock Tower untuk sampai di pelataran teras Masjidil Haram.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ohiya, ada satu ebook yang membahas detail tentang Fiqh Haji dan Umrah dari hasil kajian dengan Syaikh Yusri Rusydi As-Sayyid Jabr Al-Hasani, berikut saya peroleh dari channel Telegram ahbab beliau :&lt;/p&gt;

&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://telegram.org/js/telegram-widget.js?22&quot; data-telegram-post=&quot;ahbabdryosrygabr/18&quot; data-width=&quot;100%&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;p&gt;Ebook ini berbahasa arab, jadi untuk yang belum paham bahasa Arab (termasuk saya) butuh bantuan google translate buat artiin ya hehe&lt;/p&gt;

&lt;h4 id=&quot;thawaf&quot;&gt;Thawaf&lt;/h4&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px; max-height: 600px;&quot; src=&quot;/img/thawaf.jpeg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom:15px&quot;&gt;&lt;small&gt;Gambar 3 : Tata cara Thawaf dari Ebook Fiqh Haji dan Umrah - Syaikh Yusri Jabr Al-Hasani.&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Berikut uraian singkat tentang tata cara thawaf yang saya rangkum dari beberapa sumber :&lt;/p&gt;

&lt;ol&gt;
  &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Mulai dari Hajar Aswad&lt;/strong&gt;: Mulai tawaf dari sudut Hajar Aswad dan kembali ke Hajar Aswad lagi. Setiap putaran terhitung ketika sudah sampai kembali ke Hajar Aswad. Ketika hendak memulai tawaf, jamaah disunnahkan menghadapkan badan secara penuh ke Ka’bah. Bila sulit atau tidak memungkinkan, boleh dengan posisi miring dengan cukup menghadapkan wajah ke arah kiblat sembari melambaikan tangan diiringi bacaan &lt;em&gt;“Bismillâhi Allâhu Akbar”&lt;/em&gt; kemudian mencium tangannya itu.&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Tujuh Putaran&lt;/strong&gt;: Melakukan tawaf sebanyak tujuh kali putaran. Jika ragu-ragu, maka mengambil bilangan yang paling sedikit untuk selanjutnya menambah. Jika harus ke toilet maka diperbolehkan, dan setelah balik dari toilet melanjutkan hitungan dari titik ia meningalkannya tadi. Putaran ini harus di luar Hijir Ismail, jika masuk dalam Hijir Ismail maka tidak sah hitungannya.&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Menghadapi Ka’bah&lt;/strong&gt;: Pastikan posisi Ka’bah di sebelah kiri selama melakukan thawaf.&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Membaca Doa Thawaf&lt;/strong&gt;: Pada dasarnya tidak ada doa khusus ketike thawaf, namun beberapa ulama memberikan saran doa yang bisa dibaca oleh jamaah.
Sebelum berangkat saya sempat &lt;em&gt;sowan&lt;/em&gt; ke Syaikhuna KH M. Danial Nafis (Khadim Zawiyah Ar-Raudhah Jakarta, Mursyid Thariqah Shiddiqiyah Darqawiyah Syadziliyah) dan beliau menyarankan bacaan ini ketika kami thawaf nanti.
    &lt;ul&gt;
      &lt;li&gt;Putaran ke-1 : Istighfar atau Sayyidul Istighfar&lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;Putaran ke-2 : Sholawat &lt;em&gt;“Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin ‘abdika wa rasuulika-n-nabiyyil ummiy wa ‘ala ‘alihi wa shahbihi wa sallim”&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;Putaran ke-3 : &lt;em&gt;“Laa ilaaha illa-Allah”&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;Putaran ke-4 : &lt;em&gt;“Subhanallah wa Alhamdulillah wa Laa ilaaha illaAllah Allahu Akbar”&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;Putaran ke-5 : &lt;em&gt;“Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’man-nashiir”&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;Putaran ke-6 : QS. Al-Insyirah&lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;Putaran ke-7 : QS. Al-Ikhlas&lt;/li&gt;
    &lt;/ul&gt;

    &lt;p&gt;Tambahan doa ketika berada di antara Rukun Yamani dan sudut Hajar Aswad, bacaannya :&lt;/p&gt;
    &lt;div dir=&quot;rtl&quot;&gt;
 رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 
      
 وَأَدْخِلْنَا الجَنَّةَ مَعَ اْلأَبْرَارِ, يَا عَزِيْزُ يَا غَفَّارُ يَا رَبَّ الْعَا لَمِيْنَ
 &lt;/div&gt;
    &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban-nar, wa adkhilnal jannata ma’al abrar, Yaa ‘Aziiz Yaa Ghaffaar Yaa Rabbal ‘Alamiin”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Mengakhiri di Hajar Aswad&lt;/strong&gt;: Akhiri thawaf di Hajar Aswad dan membaca doa: &lt;em&gt;“Wattakhodzu mim-maqoomi ibroohiima musholla”&lt;/em&gt; (Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QS. Al Baqarah: 125)&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Shalat Sunnah Thawaf:&lt;/strong&gt; Shalat sunnah dua rakaat sesudah tawaf di belakang (segaris lurus) Maqam Ibrahim.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;

&lt;p&gt;Selama 7 kali putaran Thawaf saya menggendong Shofiyya dan gandengan sama Istri. Nah disini ada yang harus diperhatikan khususnya umrah mandiri, kalau umrah ikut travel mungkin akan diinfokan sama &lt;em&gt;muthawwif&lt;/em&gt;-nya. Penting diketahui kalau kita bermadzhab Syafi’i yang wudhunya batal jika bersentuhan dengan yang bukan mahram, maka harus ber-&lt;em&gt;taqlid&lt;/em&gt; ke madzhab lain yang syarat wudhunya tidak batal jika bersentuhan dengan yang bukan mahram. Hampir tidak mungkin kita mempertahankan wudhu dengan madzhab Imam Syafi’i ketika thawaf, ada risiko kepegang, keinjek kakinya, dll. Alhasil wudhunya batal dan harus ambil wudhu lagi. Makanya &lt;em&gt;taqlid&lt;/em&gt; untuk wudhu ke madzhab lain sangat penting untuk kelancaran thawaf. Kita bisa “pindah sementara” ke madzhab Hanafi atau Maliki. Cara aplikasinya tentu kita harus memahami syarat sah wudhu dan ketentuan yang membatalkan wudhu di madzhab yang kita tuju tersebut.&lt;/p&gt;

&lt;h4 id=&quot;sai&quot;&gt;Sa’i&lt;/h4&gt;</content><author><name></name></author><category term="tulisan" /><summary type="html">Kita berjumpa lagi dalam serial tulisan Umrah Mandiri, kali ini kita ada di bagian akhir dari trilogi tulisannya. Bagian terakhir ini menceritakan tentang perjalanan kami di Kota Mekkah, kota kedua kami menjalankan rangkaian ibadah di Haramain sebelum nantinya kembali pulang ke tanah air. Di akhir nanti juga saya lampirkan daftar biaya yang dikeluarkan selama perjalanan Umrah ini.</summary><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://adnan.id/img/adnanda-berangkat.jpg" /><media:content medium="image" url="https://adnan.id/img/adnanda-berangkat.jpg" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" /></entry><entry><title type="html">Ku Penuhi Panggilanmu Yaa Rabb - Umrah Mandiri, Bagian 2</title><link href="https://adnan.id/tulisan/ku-penuhi-panggilanmu-yaa-rabb-umrah-mandiri-bag-2/" rel="alternate" type="text/html" title="Ku Penuhi Panggilanmu Yaa Rabb - Umrah Mandiri, Bagian 2" /><published>2024-10-06T09:00:00+07:00</published><updated>2024-10-06T09:00:00+07:00</updated><id>https://adnan.id/tulisan/ku-penuhi-panggilanmu-yaa-rabb-umrah-mandiri-bag-2</id><content type="html" xml:base="https://adnan.id/tulisan/ku-penuhi-panggilanmu-yaa-rabb-umrah-mandiri-bag-2/">&lt;p&gt;Assalamu’alaikum teman-teman, berjumpa lagi di blog saya. Kalau kamu baru pertama kali kesini, ada baiknya baca tulisan tentang umrah mandiri bagian pertama dulu dengan klik &lt;a href=&quot;https://adnan.id/tulisan/ku-penuhi-panggilanmu-yaa-rabb-umrah-mandiri-bag-1/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;tautan berikut&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Pembahasan pada tulisan sebelumnya lebih ke fundamental tentang umrah mandiri. Sementara di bagian kedua ini saya akan sedikit lebih teknis, walaupun tidak terlalu detail. Setiap bagiannya disusun secara urut berdasarkan perjalanan yang kami lakukan. Harapannya bisa jadi referensi bagi teman-teman yang tertarik ingin umrah mandiri juga. Mudah-mudahan Allah segera panggil kita untuk ibadah (kembali) di haramain ya&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Haramain artinya dua tanah “haram” yang dalam hal ini merujuk ke Mekkah dan Madinah sebagai tanah suci umat Islam&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Ohiya sebelum melangkah lebih jauh, satu poin yang perlu dicatat bahwa kami menjalani umrah mandiri dengan mengutamakan asas &lt;strong&gt;kenyamanan&lt;/strong&gt; dibandingkan asas penghematan. Dua hal yang paradoks ya, kalau mau lebih nyaman maka biaya agak mahal, dan sebaliknya kalau mau lebih hemat berarti kurang nyaman. Penting diketahui karena di penjelasan berikutnya akan ada opsi-opsi yang bisa teman-teman pertimbangkan terkait dengan kenyamanan dan biaya.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;sebelum-berangkat&quot;&gt;Sebelum Berangkat&lt;/h3&gt;

&lt;h4 id=&quot;tiket-pesawat&quot;&gt;Tiket Pesawat&lt;/h4&gt;

&lt;p&gt;Setelah melakukan pemantauan di aplikasi SkyScanner selama beberapa waktu, biasanya harga tiket ke Saudi lebih murah di rentang jam 10.00-11.00 dan 23.00-01.00. Ini menurut saya pribadi ya, bisa jadi bener, bisa juga salah, silakan teman-teman riset juga tergantung kondisinya nanti. Akhirnya bulan Juli lalu saya memutuskan untuk beli tiket maskapai Qatar Airways dengan pertimbangan pelayanan yang lebih baik dibandingkan maskapai &lt;em&gt;low cost carrier&lt;/em&gt;. Beli tiketnya sekaligus pulang pergi antara Soekarno Hatta (CGK) dan Jeddah (JED). Kalau ingin langsung ke Madinah juga bisa pilih antara CGK dan MED.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sempat galau antara Qatar Airways atau Saudia. Kelebihannya Saudia adalah penerbangannya langsung tanpa transit, sementara kalau Qatar Airways ada transit di negaranya. Nah momen transit sebenernya bisa jadi kelebihan atau kekurangan juga ya. Kelebihannya jadi pernah menginjakkan kaki di wilayah negara transitnya, kekurangannya ya agak capek harus nunggu dan pindah pesawat. Namun setelah diperhatikan di bulan Juli lalu harga Saudia lebih mahal, akhirnya saya pilih Qatar. Ternyata eh ternyata di pertengahan bulan Agustus ada hal yang cukup membuat saya &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt;. Muncul iklan di sosial media bahwa maskapai Saudia ada Diskon hingga 50% 😂😂😂&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px; max-height: 400px;&quot; src=&quot;/img/saudia.jpeg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom:15px&quot;&gt;&lt;small&gt;Gambar 1 : Diskon Saudia Airlines bulan Agustus 2024.&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Pesanan Qatar sudah terlanjur dibayar, kalau &lt;em&gt;refund&lt;/em&gt; nominalnya udah kepotong. Intinya lebih baik mempertahankan Qatar daripada beli baru yang Saudia karena harus nambah biaya lagi. Mungkin ini jadi cobaan pertama saya sebelum keberangkatan. Allah lagi nguji hati saya, gimana responnya dengan kenyataan ini &lt;em&gt;hehehe&lt;/em&gt;. Padahal seharusnya gak perlu risau urusan itu, rezeki Allah yang atur, bisa berangkat aja udah syukur, betul kan?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Jadi buat teman-teman silakan tunggu periode bulan Agustus-September ya, bisa jadi maskapai Saudia ada diskon lagi dalam rangka menyambut &lt;em&gt;Saudi National Day&lt;/em&gt; yang jatuh pada tanggal 23 September tiap tahunnya. Disana ada perayaan besar-besaran termasuk diskon di maskapai Saudia, HHR (kereta cepat), bahkan toko-toko pun ada yang secara khusus kasih diskon hingga 50%. Hari nasional ini adalah hari “kemerdekaan” atau persatuan negeri Hijaz, Najd dan sekitarnya di bawah pimpinan Raja Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al-Saud pada tahun 1932 silam. Setelah sebelumnya juga di negeri Hijaz terjadi pemberontakan besar dan wilayah ini memisahkan diri dari Kesultanan Turki Utsmaniyah yang ketika itu kekuasannya mencakup jazirah arab. Asal nama Saudi Arabia pun karena Raja yang menyatukan negeri arab berasal dari Bani Saud.&lt;/p&gt;

&lt;h4 id=&quot;hotel&quot;&gt;Hotel&lt;/h4&gt;

&lt;p&gt;Saya pesan hotel di aplikasi Agoda, sengaja pilih hotel yang ada opsi &lt;em&gt;free cancellation&lt;/em&gt;. Kenyataannya opsi itu sangat berguna karena saya pun beberapa kali ganti hotel. Pertimbangan utamanya ya karena lokasi antara hotel dan masjid, serta ulasan tamu-tamu yang pernah tinggal di hotel tersebut. Barulah 2 minggu sebelum keberangkatan opsi itu saya kunci, gak ganti-ganti pilihan lagi. Untuk pertimbangan lokasi hotel dengan masjid, teman-teman bisa lihat denah masjid berikut ya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Pertama untuk Masjid Nabawi, ini ada denah masjid berserta keterangannya.&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px; max-height: none;&quot; src=&quot;/img/masjidnabawi.jpg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom:15px&quot;&gt;&lt;small&gt;Gambar 2 : Denah Masjid Nabawi.&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Versi PDF jelasnya bisa unduh disini : &lt;a href=&quot;https://wmn.gov.sa/public/files/41015050.pdf&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Denah Masjid Nabawi&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Cocokkan denah ini dengan lokasi hotel yang kamu pilih (bisa juga liat di Google Maps) agar terbayang pintu mana yang lebih dekat. Jika kamu umrah mandiri bersama jamaah perempuan, bisa perhatikan area shalat perempuan (warna pink) supaya tidak terlalu jauh dengan hotel. Disitu juga ada keterangan area mana yang digunakan untuk antre masuk Raudhah, lokasi wudhu dan toilet, penitipan anak, dll. Sependek pengetahuan saya, hotel di Madinah cenderung dekat dengan Masjid Nabawi, dan rentang harganya tidak berdasarkan jarak namun pelayanan hotelnya. Maksudnya tidak mesti hotel yang dekat lebih mahal, karena hotel kami pun sebelahan dengan Pullman Madinah namun secara harga lebih murah, jarak ke masjid antara kedua hotel ini sama saja.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kami menginap di View Al-Madinah Hotel. Hotelnya tergolong baru, lokasinya lebih dekat dengan kubah hijau makam Nabi Muhammad ﷺ, menu sarapannya selalu bervariasi tiap harinya, namun agak jauh ke area perempuan. Jika dilihat di denah tadi posisinya dekat dengan gerbang nomor 365 di pojok kiri atas.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Selanjutnya untuk Masjidil Haram, ini denah masjid dan keterangannya.&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px; max-height: none;&quot; src=&quot;/img/masjidilharam.jpg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom:15px&quot;&gt;&lt;small&gt;Gambar 3 : Denah Masjidil Haram.&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Sayangnya tidak ada versi PDF, gambar di atas saya ambil dari : &lt;a href=&quot;https://x.com/HaramainInfo/status/1772391665652666406/photo/1&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Denah Masjidil Haram&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Jika hotel di Madinah rata-rata lebih dekat dengan masjid, kalau di Mekkah lokasi hotelnya agak berjarak kecuali hotel yang ada di Ring 1. Saya tidak menemukan penjelasan resmi dari Ring 1 ini. Mungkin istilah Ring 1 ini maksudnya merujuk pada hotel yang lokasinya paling dekat dengan Masjidil Haram. Sependek pengetahuan saya, hotel yang masuk Ring 1 atau dekat dengan Masjidil Haram antara lain 7 hotel yang ada di dalam Clock Tower (Fairmont Makkah Clock Royal, Mövenpick Hotel, Pullman ZamZam Makkah, Swissôtel Al-Maqam, Swissôtel Makkah, Raffles Makkah Palace, Al Marwa Rayhaan by Rotana), ada juga yang di sisi Clock Tower seperti Elaf Kinda Hotel, Dorrar Aleiman Royal Hotel, lalu juga yang di sampingnya lagi seperti Hotel Makkah Tower, dan Conrad Mekkah. Beberapa hotel itu sangat dekat dengan pintu masuk Masjidil Haram, artinya keluar lobby bisa langsung masuk area teras masjid.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kami menginap di Swissôtel Makkah. Dari hotel ke Masjidil Haram bisa lewat dalam mall Clock Tower atau lewat jalan raya, suara muadzin dan imam sampai ke dalam kamar melalui speaker (bisa diatur volumenya, jadi adzan bisa kedengeran jelas di kamar). Namun sayangnya menu sarapannya kurang bervariasi. Sebenarnya enak tapi ya ketemunya itu-itu aja. Ohiya kalau dari Swissôtel Makkah ke masjid lewat dalam mall, nanti langsung berhadapan dengan gerbang nomor 1 warna hijau yang ada di denah diatas. Sementara kalau lewat jalan raya akan segaris lurus dengan arah gerbang nomor 2. Jadi sangat dekat dengan masjid.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Selain itu juga ada 1 hotel favorit para agen travel dari tanah air yaitu Anjum Hotel Makkah. Kalau diliat lokasinya memang dekat namun sebenarnya dekat dengan area perluasan masjid, bukan gerbang utamanya. Dekat di mata, jauh di kaki, begitu katanya. Kelebihannya secara harga lebih bersahabat, dan menu sarapannya ramah dengan lidah orang Indonesia. Namun sebenernya kalau kita niat ibadah, ditambah dengan fisik yang prima tentunya jarak bukan halangan utama, malah InsyaAllah menambah gerak langkah yang terhitung pahala ya.&lt;/p&gt;

&lt;h4 id=&quot;visa-umrah-siskopatuh-dan-tasreh&quot;&gt;Visa Umrah, Siskopatuh, dan Tasreh&lt;/h4&gt;

&lt;p&gt;Ketiga dokumen ini biasanya dijadikan satu paket produk yang disediakan oleh agen travel. Kita saat ini tidak bisa mengajukan visa umrah sendiri ke kedubes Saudi, harus lewat jalur agen travel. Siskopatuh disini adalah singkatan dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus yang diurus oleh Kementerian Agama. Kita harus tau dulu akan menginap di hotel mana karena di dalamnya akan dicantumkan nama hotel ketika di Mekkah dan Madinah. Siskopatuh ini wajib ada, kalau saya ditanyakan siskopatuh ketika akan check-in boarding di bandara saat akan berangkat. Setelahnya tidak pernah ada pihak yang menanyakannya lagi. Sementara Tasreh adalah izin masuk Raudhah melalui kerjasama antara pihak travel dan &lt;em&gt;mandoub&lt;/em&gt; atau semacam panitia antrian Raudhah di Masjid Nabawi. Kita bisa masuk Raudhah dengan 2 cara : Tasreh dan Aplikasi Nusuk, detailnya akan saya jelaskan nanti.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Nah ketiga hal itu setidaknya harus kita miliki paling tidak 2 minggu sebelum keberangkatan, supaya gak tergesa-gesa. Walaupun sebenernya prosesnya cuma 2-3 hari selesai. Kalau ada yang ingin tanya agen travelnya bisa hubungi saya langsung ya, karena saya tidak mencantumkan nama travelnya disini. InsyaAllah agen travelnya amanah, sudah saya buktikan sendiri.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Jika Visa teman-teman sudah terbit, segeralah install aplikasi Nusuk dari Play Store atau App Store. Daftar disitu dengan memasukkan data diri termasuk nomor paspor dan nomor visa yang sudah terbit. Aplikasi Nusuk adalah aplikasi resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi. Penting digunakan untuk mengajukan izin masuk Raudhah dan izin Umrah (walaupun saat ini izin umrah tidak digunakan). Bukti pengajuannya dalam bentuk QR Code yang akan di-scan oleh petugas di lokasinya. Setelah kita masuk ke Raudhah dan melaksanakan Umrah nantinya, kita akan diberikan sertifikat digital di dalam aplikasi Nusuk itu.&lt;/p&gt;

&lt;h4 id=&quot;vaksin-meningitis&quot;&gt;Vaksin Meningitis&lt;/h4&gt;

&lt;p&gt;Satu hal wajib yang jangan sampai terlewat adalah vaksin meningitis. Bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik kesehatan yang menyediakan. Intinya harus ada buku kuning vaksin (ICV). Buku kuning vaksin ini diverifikasi oleh pihak imigrasi di Indonesia, bersamaan dengan paspor dan visa ketika akan berangkat.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;tiba-di-jeddah&quot;&gt;Tiba di Jeddah&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Pembahasan saya singkat hingga kami tiba di Bandara Jeddah. Setelah kurang lebih 12 jam perjalanan mulai dari Jakarta, transit di Qatar selama 1 jam 30 menit, kami tiba di bandara Jeddah sekitar pukul 03.15 waktu Saudi. Selanjutnya setelah mengambil koper, kami berjalan menuju stasiun HHR (Haramain High Speed Railway) bandara Jeddah. Lokasinya masih di dalam kawasan bandara. Jadwal kereta kami akan berangkat pada jam 08.00. Jadi kami harus menunggu beberapa jam karena memang tidak ada opsi jam keberangkatan yang lebih pagi dari itu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;HHR punya ketentuan barang bawaan yang boleh dibawa masuk ke kabin kereta oleh setiap penumpang, yaitu 1 koper ukuran medium 26 inch dan 1 tas ransel/jinjing (bisa dilihat di website atau aplikasinya). Jangan sampai dimensi koper lebih besar dari itu karena tidak boleh dibawa ke kabin dan harus masuk bagasi. Saya sudah baca ulasan orang-orang tentang bagasi HHR ini. Beberapa orang bilang kurang bagus, ada yang bilang harus nunggu beberapa jam, hingga H+1 kopernya baru sampai di kota tujuan. Makanya lebih baik ukuran kopernya disesuaikan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun ada 1 hal yang jadi perhatian saya, kalau penumpang menggunakan jasa porter &amp;amp; trolley maka dimensi koper kita gak dicek sama petugasnya. Beda kalau penumpang bawa koper sendiri, petugas akan lebih memperhatikan ukuran kopernya. Saran saya kalau memang dimensi kopernya agak besar daripada yang seharusnya dan khawatir boleh masuk kabin atau gak, cobalah pakai jasa porter biar kopernya langsung diantar sampai kabin. Tapi ya ada biaya tambahan. Kalau pakai jasa porter dan trolley harganya 25 SAR (+ kasih tip lagi ke porternya), sementara kalau kita sewa trolley nya saja biayanya hanya 5 SAR. Pembayaran trolley itu resmi di &lt;em&gt;counter&lt;/em&gt;. Bisa pakai uang cash atau dengan kartu. Kebetulan kami sudah mencoba dengan 3 cara tersebut : bawa koper sendiri tanpa trolley, dengan trolley saja, dan dengan jasa porter &amp;amp; trolley juga pernah.&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Ada juga opsi perjalanan menggunakan bus dengan pesan di &lt;a href=&quot;https://nwbus.sa/en/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;NWBUS&lt;/a&gt; kalau mau lebih santai dan hemat&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Dari Jeddah kami ke Madinah terlebih dahulu dengan alasan saya mau ketemu Rasulullah ﷺ sebelum ke Kakbah Baitullah. Bagaimanapun kita tidak mungkin mengenal Allah dan mengenal agama Islam jika tanpa Rasulullah ﷺ. Pemahaman itu yang saya pegang, makanya kami ke Madinah dulu baru ke Mekkah. Juga saat itu kami mengejar momen 12 Rabi’ul Awwal, tanggal kelahiran Nabi Muhammad ﷺ yang jatuh tepat pada hari kedua jika kami langsung ke Madinah. Ingin merasakan Maulid bersama dengan yang dirayakan hari Maulidnya. Ada juga jamaah umrah yang memilih ke Mekkah dulu dengan pertimbangan jalani ibadah yang utama yaitu umrah, baru kemudian ke Madinah tinggal nikmati perjalanan ziarah santai. Silakan bisa dipilih mana yang lebih nyaman.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;madinah-al-munawwarah&quot;&gt;Madinah Al-Munawwarah&lt;/h3&gt;

&lt;h4 id=&quot;transportasi-di-madinah&quot;&gt;Transportasi di Madinah&lt;/h4&gt;

&lt;p&gt;Tiba di Stasiun Madinah, kami langsung menuju ke gerbang keluar dan memesan taksi online dengan aplikasi Careem. Nah kalau udah main aplikasi artinya ada 2 hal terkait konektivitas yang perlu kita perhatikan. Pertama, paket internet roaming harus sudah beli dan aktif sejak akan berangkat dari tanah air. Kedua terkait metode pembayaran di aplikasinya, bisa daftarkan nomor kartu Debit/Kredit yang berlogo Mastercard atau Visa dengan pengaturan debit online-nya diaktifkan. Pada intinya semua kartu berlogo Mastercard dan Visa bisa kok, gak terbatas di bank tertentu saja, termasuk kartu Debit/Kredit BRI juga bisa 😊&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ketika mendaftarkan kartu untuk pembayaran, kita akan diminta kode OTP melalui sms untuk otorisasi. Makanya lebih baik daftarin kartunya sejak dari tanah air sebelum berangkat. Jadi di tanah suci tinggal pesan terus jalan. Lokasi titik penjemputan juga persis di pintu keluar, gak perlu jalan ke titik tertentu. Beda ya sama beberapa stasiun di tanah air kalau pesen taksi/ojek online harus jalan menjauh ke titik tertentu dulu. Tarifnya sekitar 25 SAR dari stasiun HHR Madinah ke Hotel saya yang dekat dengan Masjid Nabawi. Gak perlu khawatir terkait bahasa karena kebanyakan driver disana paham Bahasa Inggris kok, dan mereka berkendara sesuai rute di aplikasinya. Kalau gak bisa bahasa Arab sebenarnya gakpapa, tapi minimal kita paham kata-kata dasar seperti angka-angka, buat nawar belanjaan hehe.&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Kalau lokasi hotel yang kamu pilih ada di sekitaran masjid, perhatikan apakah waktu pemesanannya mendekati 30 menit waktu shalat. Bisa jadi ada penutupan jalan yang berakibat taksinya harus agak memutar jalannya untuk sampai ke hotel.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;h4 id=&quot;masjid-nabawi&quot;&gt;Masjid Nabawi&lt;/h4&gt;

&lt;p&gt;Dahulu ketika hijrah dari Mekkah ke Madinah, kaum Anshar menyambut Rasulullah ﷺ dan kaum Muhajirin dengan antusias dan menawarkan tempat tinggal. Namun, Rasulullah menjawab dengan bijak, “Biarkanlah unta ini berjalan karena ia diperintah Allah.” Unta itu akhirnya berhenti di depan rumah Abu Ayyub al-Ansari, yang kemudian mempersilakan Nabi untuk tinggal di rumahnya. Setelah beberapa bulan, Nabi ﷺ membangun masjid di atas sebidang tanah. Sebagian tanah itu adalah wakaf dari As’ad bin Zurarah, sedangkan sisanya dibeli dari dua anak yatim—Sahal dan Suhail—anak Amir bin Amarah yang diasuh oleh Mu’az bin Atrah. Saat pembangunan dimulai, Nabi meletakkan batu pertama, diikuti oleh para sahabatnya: Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Utsman, dan Sayyidina Ali &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhum ajma’in&lt;/em&gt;, yang masing-masing meletakkan batu kedua hingga kelima. Pembangunan masjid yang kemudian dikenal dengan Masjid Nabawi ini dimulai pada tahun pertama Hijriah.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya “Barang siapa yang shalat di masjidku (Nabawi) empat puluh kali shalat, tidak tertinggal satu shalatpun maka baginya pembebasan dari api neraka dan selamat dari adzab, serta terbebas dari kemunafikan” (HR. Ahmad). Dengan dasar ini, ada jamaah umrah yang sengaja berlama-lama di Madinah (biasanya 8 hari) untuk mengejar 40 kali (8 hari x 5 waktu) shalat fardhu di Masjid Nabawi. Namun jika teman-teman berpemahaman bahwa shalat itu bisa di-Qadha, ada ulama yang berpendapat bahwa shalat 40 kali yang dimaksud bisa dengan melakukan shalat Qadha 8 hari dalam satu waktu. Terkait hal ini silakan konsultasi ke guru ngaji ya. Salah satu sumber pembahasan terkait ini saya peroleh dari buku “Ibadah Umrah Yang Sempurna” karya Sayyid Muhammad Amin bin Syaikh Abu Bakar bin Salim yang merupakan murid dari Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith.&lt;/p&gt;

&lt;h4 id=&quot;raudhah&quot;&gt;Raudhah&lt;/h4&gt;

&lt;p&gt;Salah satu tempat tujuan utama yang ada di Masjid Nabawi adalah Raudhah. Lokasinya ada di antara rumah Rasulullah ﷺ dan Mimbar masjid. Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya “Di antara rumahku dan mimbarku adalah taman di antara taman-taman surga” (HR. Bukhari &amp;amp; Muslim). Rumah Nabi yang dimaksud saat ini merupakan tempat jasad mulia Nabi Muhammad ﷺ, serta dua orang sahabat yakni Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Sayyidina Umar bin Khattab dimakamkan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Keutamaan lain tentang Raudhah adalah sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwasannya “Shalat di Raudhah lebih utama dari pada shalat di tempat lain di masjid selain Maqam Ibrahim” (Shahih al-Musnad). Maka tak heran peziarah yang datang selalu berlomba-lomba untuk masuk dan shalat di dalam Raudhah. Sayangnya sejak beberapa tahun terakhir akses masuk Raudhah dibatasi. Setiap orang hanya berhak 1x masuk dalam setahun dengan mendaftar melalui aplikasi Nusuk. Dan waktu masuk Raudhah antara laki-laki dan perempuan beda ya, tidak sama.&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px; max-height: none;&quot; src=&quot;/img/mihrab.JPG&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom:15px&quot;&gt;&lt;small&gt;Gambar 4 : Mihrab di dalam Raudhah.&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Untuk mengajukan izin masuk di Nusuk kita harus memilih tanggal dan jam masuknya, dan harus datang tepat pada jam yang ditentukan. Kalau terlambat maka terancam tidak bisa masuk dan hangus pendaftarannya, kecuali apabila waktu bookingnya &lt;em&gt;overlap&lt;/em&gt; dengan waktu shalat. Misalkan, kita daftar masuk Raudhah di aplikasi Nusuk jam “05.00 - 05.15” namun jamnya itu bertepatan dengan waktu shalat Shubuh, dan selesai shalat Shubuh kita baru bisa antri masuk jam 05.20. Secara waktu telat kan ya, tapi syukurlah masih ada toleransi waktu mungkin karena bertepatan dengan waktu Shubuh. Itu yang dialami sendiri oleh istri saya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ada satu lagi cara masuk Raudhah yaitu dengan Tasreh, seperti yang saya sebut di bagian atas sebelumnya. Dengan Tasreh kita bisa dapat alokasi masuk diluar jatah 1x pertahun dari aplikasi Nusuk. Jadi beda ya, Tasreh dan Nusuk itu 2 aplikasi yang terpisah. Secara data juga sepertinya berbeda. Walaupun begitu, Tasreh ini tetap resmi dan legal. Jika di Nusuk kita dikenali secara personal, kalau melalui Tasreh kita dikenali sebagai rombongan dari agen travel. Jadi untuk masuk dengan Tasreh ini saya ikut dengan rombongan agen travel tempat saya membuat visa. Secara jadwal memang kami berbarengan di Madinah.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Mekanisme masuk dengan Tasreh ini saya tinggal janjian dengan &lt;em&gt;tour leader&lt;/em&gt; dari agen travel tersebut yang bertugas di Madinah, lalu kami masuk bersama sebagai satu rombongan. Selebihnya kalau sudah melewati pos pemeriksaan, saya memisahkan diri lagi dari jamaah travel tadi. Lebih nyaman ibadah sendiri, santai di dalam Raudhah, hehe. Jadi, syukur Alhamdulillah saya dan istri berkesempatan masuk ke Raudhah sebanyak 2x dengan Tasreh dan Nusuk. Teman-teman yang akan umrah mandiri harap koordinasikan terkait Tasreh ini ke agen travel tempat bikin visanya. Sayang kalau dilewatkan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Satu tips kalau ingin berlama-lama shalat di dalam Raudhah : &lt;strong&gt;Pilih waktu masuknya jam 18.40 atau mendekati waktu Isya&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dua kali masuk, saya selalu di sekitar jam ini. Pertama kali masuk dengan Tasreh bersama rombongan travel. Kami berbaris di antrian dan mulai masuk sekitar pukul 18.50 yang saat itu waktu shalat Isya jam 19.56. Ada 2 pos antrian sebelum benar-benar masuk ke dalam Raudhah. Waktu tunggu di antrian sekitar satu jam. Alhasil ketika rombongan kami masuk raudhah, adzan Isya berkumandang. Dalam hati hanya bisa mengucap syukur, artinya saya bisa lebih lama shalat sunnah qabliyah, dan sunnah lainnya sambil menuggu iqamah. Kebagian Isya jamaah juga di dalam Raudhah, dan setelahnya pun bisa perbanyak shalat sunnah ba’diyah, taubat, hajat, witir, dan lainnya sambil menunggu diusir sama askar, hehehe.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Iya, askar akan mengusir kita kalau waktu kunjungan Raudhahnya sudah mau habis. Gak peduli kita lagi tahiyyat akhir pun akan dicolek-colek suruh selesaiin shalat. Makanya kalau lagi di dalam Raudhah, perbanyak doanya di sujud terakhir. Jangan selesai salam baru angkat tangan berdoa, sudah hampir pasti akan ditarik badan kita biar berdiri dan disuruh keluar. Dibandingkan cerita orang lain yang waktunya lebih singkat di dalam Raudhah, kalau kita masuk Raudhah mendekati jam shalat itu lebih puas rasanya dari segi waktu. Belajar dari pengalaman pertama tadi, maka untuk masuk kali kedua dari aplikasi Nusuk pun saya booking di sekitar jam segitu juga.&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px; max-height: 600px;&quot; src=&quot;/img/nusuk.jpeg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom:15px&quot;&gt;&lt;small&gt;Gambar 5 : Pengajuan Masuk Raudhah di Aplikasi Nusuk.&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;

&lt;h4 id=&quot;ziarahsalam-ke-makam-nabi&quot;&gt;Ziarah/Salam ke Makam Nabi&lt;/h4&gt;

&lt;p&gt;Berbeda antara masuk Raudhah dan ziarah ke makam Nabi ya. Kalau di dalam Raudhah tadi, kita shalat di sebelah makam Nabi. Selesai dari situ, kita tidak bisa lewat ke area salam karena langsung diarahkan keluar masjid menuju pintu 3 (lihat di denah). Lalu, area salam yang dimaksud ini apa? teman-teman bisa lihat cuplikan video di IG saya yang ini :&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;
&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/DAizWo5yOhR/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; data-instgrm-version=&quot;14&quot; style=&quot; background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding:16px;&quot;&gt; &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/DAizWo5yOhR/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot; background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;div style=&quot; display: flex; flex-direction: row; align-items: center;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&gt; &lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 19% 0;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;&quot;&gt;&lt;svg width=&quot;50px&quot; height=&quot;50px&quot; viewBox=&quot;0 0 60 60&quot; version=&quot;1.1&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot;&gt;&lt;g stroke=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; fill=&quot;none&quot; fill-rule=&quot;evenodd&quot;&gt;&lt;g transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot; fill=&quot;#000000&quot;&gt;&lt;g&gt;&lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot; color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;&quot;&gt;View this post on Instagram&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot; width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&gt; &lt;div style=&quot; width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot; width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style=&quot; color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/DAizWo5yOhR/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot; color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;A post shared by Adnan Fajri (@adnanfajr)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/center&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Pada slide ke-9 disini ada video ketika kami salam ke makam Nabi Muhammad ﷺ. Saya yakin teman-teman sudah pernah liat gambar atau video semacam ini. Nah, untuk masuk kesini dibuka hampir setiap saat. Terkecuali abis shalat Shubuh, karena setelah Shubuh jatahnya kaum perempuan masuk Raudhah dan areanya ditutup. Saya pernah abis Shubuh coba mau masuk tapi ditutup.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Jalur masuknya dari WC 205 kemudian belok kiri. Area yang bergradasi kuning di gambar denah. Kemudian kita akan diarahkan masuk dari “Baab Salam” atau pintu 1. Jamaah yang boleh masuk kesini hanya laki-laki saja, perempuan tidak boleh kecuali anak kecil seperti Shofiyya, putri saya. Perempuan hanya bisa masuk Raudhah dan shalat di dalamnya saja.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Disini, puncak kerinduan saya seakan terbayarkan meski belum tuntas. Bagaimana tidak, sosok yang kita bacakan shalawatnya untuknya, sosok yang sering dibacakan kisah-kisah perjuangan dan dakwahnya, sosok yang merindukan kita bahkan sebelum kita lahir di dunia, dan sosok yang menjamin kita di hari perhitungan kelak, ada di samping kita. Bahkan ucapan salam pun hampir tak bisa terucap di lisan, hanya hati yang bergejolak dengan perjumpaan bersama yang dirindukan. Sayyidina, wa Maulana, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa ‘alihi wa shahbihi wa sallam.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Di dalamnya juga ada dua makam para sahabat yaitu Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Sayyidina Umar bin Khattab &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhumaa&lt;/em&gt;. Kalau teman-teman penasaran bagaimana posisi ketiga makam di dalamnya, bisa lihat tulisan saya tentang &lt;a href=&quot;https://adnan.id/tulisan/serial-rajab-syaban-ramadhan-dalail-alkhayrat/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Dalail Khairat&lt;/a&gt; pada Gambar 4 disana ada “Ilustrasi Denah Raudhah”. Ilustrasi ini sudah diriwayatkan di dalam kitab Dalail Khairat secara bertahun-tahun dari para ulama, sehingga bisa diyakini keabsahannya.&lt;/p&gt;

&lt;h4 id=&quot;lokasi-ziarah-lain&quot;&gt;Lokasi Ziarah Lain&lt;/h4&gt;

&lt;p&gt;Ada banyak lokasi ziarah di Kota Madinah, antara lain :&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
  &lt;li&gt;
    &lt;p&gt;Masjid Quba&lt;br /&gt;
Masjid Quba adalah masjid pertama yang didirikan oleh Nabi Muhammad ﷺ dan dibangun dua kali. Pertama, ketika kiblat masjid ini menghadap Baitul Maqdis. Kedua, ketika kiblatnya menghadap Baitullah. Letak Masjid Quba berada di sudut perempatan jalan tidak jauh dari jalan baru yang menghubungkan Madinah-Jeddah-Makkah. Keutamaan masjid ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah ﷺ. Sahl bin Hunaif ra berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa bersuci (membersihkan diri dari najis dan hadats) di rumahnya kemudian datang ke masjid Quba dan shalat di dalamnya, ia mendapatkan pahala seperti pahala umrah.” (HR Ibnu Majah).&lt;br /&gt;
Sumber: Ditjen PHU Kemenag RI&lt;/p&gt;

    &lt;p&gt;Lumayan kan ya, ke masjid Quba ganjarannya seperti ibadah umrah. Kami berkunjung ke Masjid Quba menggunkan &lt;em&gt;buggy car&lt;/em&gt; yang ngetem di dekat Masjid Ghamamah. Harganya 10 SAR sekali perjalanan, tapi untuk anak kecil gratis. Di samping Masjid Quba ada sebuah sumur bersejarah. Coba deh &lt;em&gt;searching&lt;/em&gt; ada sumur apa disana ya.&lt;/p&gt;
  &lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;
    &lt;p&gt;Masjid Al-Jum’ah&lt;br /&gt;
Masjid Al-Jum’ah terletak sekitar 500 meter di sebelah utara Masjid Quba. Dahulu, tanah ini merupakan tempat tinggal Bani Salim bin ‘Auf. Rasulullah ﷺ singgah di tempat tersebut pada hari Jumat, bertepatan dengan waktu shalat Dhuhur. Beliau kemudian melaksanakan shalat dua rakaat yang didahului oleh dua khutbah. Ini merupakan shalat berjamaah Jumat pertama yang dilaksanakan oleh Rasulullah ﷺ, meskipun perintah shalat berjamaah Jumat sebenarnya telah turun ketika beliau masih berada di Makkah.&lt;/p&gt;
  &lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;
    &lt;p&gt;Masid Ghamamah&lt;br /&gt;
Diriwayatkan bahwa setiap hari raya Idul Fitri atau Idul Adha, Nabi ﷺ selalu melaksanakan shalat di alun-alun ini, juga pada waktu shalat Istisqa (shalat minta hujan). Anak-anak pasti senang kalau ke area masjid ini karena banyak burung-burung merpati lagi makan biji-bijian yang disebar oleh peziarah.&lt;/p&gt;
  &lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;
    &lt;p&gt;Masjid Qiblatain&lt;br /&gt;
Pada tahun kedua Hijriah, hari Senin bulan Rajab waktu Zuhur, turunlah wahyu QS al-Baqarah ayat 2 yang memerintahkan Nabi ﷺ untuk menjadikan Ka’bah di Masjidil Haram Makkah sebagai kiblat. Ketika waktu Ashar tiba, para sahabat yang shalat berjamaah di Masjid Qiblatain masih menghadap Baitul Maqdis. Namun, di tengah shalat berjamaah tersebut, datanglah seorang sahabat yang masbuq (terlambat) dan memberitahu bahwa Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya di Masjid Nabawi telah beralih kiblat ke Masjidil Haram. Seketika itu juga, imam dan makmum mengubah arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram. Karena peristiwa inilah, masjid ini akhirnya diberi nama Masjid Qiblatain yang berarti “masjid berkiblat dua.”&lt;/p&gt;
  &lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;
    &lt;p&gt;Pemakaman Baqi’ Al-Gharqad&lt;br /&gt;
Baqi’ Al-Gharqad adalah tanah pemakaman yang telah digunakan sejak zaman jahiliyah hingga sekarang. Terletak di sebelah timur Masjid Nabawi, Baqi’ menjadi tempat pemakaman bagi jemaah haji yang meninggal di Madinah. Di sini dimakamkan beberapa tokoh penting dalam sejarah Islam, termasuk Utsman bin Affan ra dan para istri Nabi Muhammad saw: Siti Aisyah ra, Ummi Salamah ra, Juwairiyah ra, Zainab ra, Hafsah binti Umar bin Khattab ra, dan Mariyah al-Qibtiyah ra. Putra-putri Rasulullah ﷺ—Ibrahim, Siti Fatimah, dan Ummu Kulsum—juga dimakamkan di sini. Selain itu, Ruqayyah Halimatus Sa’diyah, ibu susuan (radha’) Rasulullah ﷺ, turut dimakamkan di pemakaman ini. Pintu masuknya biasanya dibuka pada waktu selepas Shubuh dan setelah Ashar. Hanya boleh laki-laki ya, perempuan tidak boleh masuk.&lt;/p&gt;
  &lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;
    &lt;p&gt;Gunung Uhud&lt;br /&gt;
Gunung/Jabal Uhud adalah bukit terbesar di Madinah. Terletak sekitar 5 kilometer dari pusat kota Madinah, di tepi jalan lama Madinah-Makkah. Lembah bukit ini menjadi saksi perang dahsyat antara 700 kaum Muslim melawan 3.000 kaum Musyrik Makkah. Dalam pertempuran tersebut, 70 syuhada Muslim gugur, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad ﷺ. Perang Uhud terjadi pada tahun 3 Hijriah.&lt;/p&gt;
  &lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;
    &lt;p&gt;As-Safiyyah Museum &amp;amp; Park&lt;br /&gt;
Lokasinya cukup dekat dengan hotel kami. Museum ini termasuk museum baru yang ada di Madinah. Disini kami berjumpa dengan petugas museum yang merupakan mahasiswa asal Indonesia yang bekerja sebagai pemandu di museum. Harga tiket masuk orang dewasa kalau tidak salah sekitar 20 SAR. Di dalamnya jamaah akan dikelompokkan berdasarkan asal negaranya (saya dikumpulkan bersama 9 orang Indonesia yang lain) karena selama di dalam kita akan diceritakan tentang awal mula terbentuknya alam semesta, masa para Nabi dan Rasul, alam kubur, hingga masa hari akhir nanti. Museumnya bagus terkesan futuristik, penjelasan pemandunya mudah dipahami dan cukup menggugah hati. Intinya harus coba kesini sih. Kami sangat tertarik kesini juga sebenarnya karena nama museumnya sama persis dengan nama putri kami, Shofiyya.&lt;/p&gt;
  &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;dan masih banyak lagi sebenernya yang bisa dikunjungi, misalkan Kebun Kurma, Taman Burung, dan lain-lain yang bisa teman-teman cari. Yang penting perhitungkan jarak perjalanan aja, karena kalau pakai Careem kita hanya pesan untuk sekali perjalanan, gak bisa ditunggu atau mampir ke satu titik dahulu. Beda lagi kalau pakai taksi yang bisa ditunggu ya, mungkin bisa jadi opsi.&lt;/p&gt;

&lt;h4 id=&quot;miqat-di-bir-ali-dzulhulaifah&quot;&gt;Miqat di Bir ‘Ali Dzulhulaifah&lt;/h4&gt;

&lt;p&gt;Selesai dari Madinah, kami mulai masuk ke sesi ibadah yang lebih serius. Bukan berarti sebelumnya tidak serius, akan tetapi perjalanan selanjutnya ke Mekkah adalah ibadah inti dari perjalanan ini, yaitu Umrah. Rukun Umrah yang pertama adalah Ihram dan kita harus berniat Ihram dari Miqat. Pengertian Miqat sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Miqat Zamani dan Miqat Makani. Miqat Zamani adalah &lt;strong&gt;waktu&lt;/strong&gt; menunaikan ibadah haji dan umrah. Untuk Haji sudah ada ketentuannya di bulan Dzulhijjah. Khusus untuk umrah, Miqat Zamani bisa dilakukan sepanjang tahun. Kedua adalah Miqat Makani, yakni &lt;strong&gt;batas tempat&lt;/strong&gt; dimulainya Ihram untuk haji dan umrah.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dikarenakan kami berangkat ke kota Mekkah dari kota Madinah, maka tempat yang ditentukan untuk berihram adalah di Masjid Bir ‘Ali yang ada di wilayah Dzulhulaifah, atau sebut saja Masjid Miqat Dzulhulaifah. Lokasi ini ditentukan oleh Rasulullah ﷺ untuk umatnya yang ingin umrah atau haji dari kota Madinah. Kalau kita ke Mekkah dari kota lain atau belahan dunia lain maka lokasi Miqatnya berbeda, silakan baca-baca sendiri terkait itu ya. Namun jika kita berangkat dari tanah air, tiba di Bandara Jeddah dan ingin langsung ke Mekkah, maka ada pendapat ulama yang memperbolehkan ambil Miqat dari Bandara Jeddah.&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px; max-height: none;&quot; src=&quot;/img/miqat.JPG&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom:15px&quot;&gt;&lt;small&gt;Gambar 6 : Kami Miqat di Dzulhulaifah.&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Sekitar jam 12.00 waktu Madinah kami &lt;em&gt;check-out&lt;/em&gt; hotel dengan kondisi sudah mandi, memakai wewangian (parfumnya jangan sampai kena kain ihram), dan tentunya berpakaian Ihram. Kemudian pesan taksi Careem ke Masjid Miqat Dzulhulaifah. Disana kami shalat sunnah Ihram dan berniat untuk umrah bersama. Selesai dari sana pesan taksi Careem lagi untuk ambil koper di hotel, dan menuju ke stasiun Madinah untuk naik kereta cepat ke Mekkah. Harga tiket kereta cepat ada diskon 50% karena &lt;em&gt;Saudi National Day&lt;/em&gt;. Kalau mau naik bus bisa juga pakai NWBUS seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Perbedaan durasinya kalau naik kereta cepat waktu tempuh sekitar 2 jam 45 menit, sementara naik bus sekitar 7 jam. Berhubung sudah niat umrah, sepanjang jalan kami perbanyak membaca Talbiyah.&lt;/p&gt;

&lt;h4 id=&quot;tiba-di-mekkah-bersambung&quot;&gt;Tiba di Mekkah… (bersambung)&lt;/h4&gt;

&lt;p&gt;Saya rasa sudah terlalu panjang untuk tulisan bagian kedua ini. InsyaAllah akan saya lanjut tentang perjalanan ke kota suci Mekkah pada bagian ketiga ya. Jangan khawatir, saya gak pasang iklan atau &lt;em&gt;adsense&lt;/em&gt; di blog ini. Jadi bukan maksud untuk memperpanjang tulisan, memperbanyak jumlah klik, ataupun mencari keuntungan materi. Murni karena capek ngetik dan teman-teman mungkin juga mulai pegel bacanya 😅&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sampai jumpa di tulisan bagian ketiga, &lt;em&gt;ma’as-salaamah&lt;/em&gt;…&lt;/p&gt;</content><author><name></name></author><category term="tulisan" /><summary type="html">Assalamu’alaikum teman-teman, berjumpa lagi di blog saya. Kalau kamu baru pertama kali kesini, ada baiknya baca tulisan tentang umrah mandiri bagian pertama dulu dengan klik tautan berikut.</summary><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://adnan.id/img/adnanda-berangkat.jpg" /><media:content medium="image" url="https://adnan.id/img/adnanda-berangkat.jpg" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" /></entry><entry><title type="html">Ku Penuhi Panggilanmu Yaa Rabb - Umrah Mandiri, Bagian 1</title><link href="https://adnan.id/tulisan/ku-penuhi-panggilanmu-yaa-rabb-umrah-mandiri-bag-1/" rel="alternate" type="text/html" title="Ku Penuhi Panggilanmu Yaa Rabb - Umrah Mandiri, Bagian 1" /><published>2024-09-13T09:00:00+07:00</published><updated>2024-09-13T09:00:00+07:00</updated><id>https://adnan.id/tulisan/ku-penuhi-panggilanmu-yaa-rabb-umrah-mandiri-bag-1</id><content type="html" xml:base="https://adnan.id/tulisan/ku-penuhi-panggilanmu-yaa-rabb-umrah-mandiri-bag-1/">&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Umrah secara bahasa artinya adalah ziarah atau berkunjung ke suatu tempat&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Beberapa waktu terakhir sempat hangat dibicarakan di media sosial tentang umrah mandiri atau umrah &lt;em&gt;backpacker&lt;/em&gt;. Kalau menurut saya lebih cocok disebut sebagai umrah mandiri daripada &lt;em&gt;backpacker&lt;/em&gt;, karena istilah &lt;em&gt;backpacker&lt;/em&gt; kesannya seperti jalan-jalan biasa. Padahal perjalanan umrah, bagaimanapun bentuknya bukanlah perjalanan biasa, melainkan perjalanan ibadah yang luar biasa.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;mengapa-umrah-mandiri&quot;&gt;Mengapa Umrah Mandiri&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Saya dan Istri sudah sejak jauh-jauh hari berencana untuk pergi umrah. Ini kali pertama untuk kami melaksanakan ibadah ke tanah suci. Dengan hadirnya Shofiyya, bidadari kecil di keluarga kami, rasanya tidak sampai hati kami meninggalkannya sementara di tanah air untuk ibadah. Kami harus mengajaknya juga untuk ibadah ke haramain. Usianya baru 3 tahun ketika berangkat, batita seumurannya sangat aktif berlarian kesana kemari dan &lt;em&gt;mood&lt;/em&gt;-nya kadang agak sulit ditebak. Maka saya rasa perlu fleksibilitas jadwal perjalanan, mengingat total rangkaian perjalanannya akan memakan waktu sekitar 12 hari di wilayah yang benar-benar baru untuk kami.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Saya mempelajari susunan perjalanan umrah dari beberapa perusahaan travel, dan beberapa kali juga bertanya langsung ke keluarga maupun sahabat yang pernah umrah menggunakan jasa travel. Hal utama yang saya tangkap adalah perjalanan umrah dengan travel itu mudah, nyaman, dan terjadwal. Mudah karena semua hal terkait perjalanan sudah diurus oleh pihak travel, kecuali perlengkapan pribadi ya. Perjalanannya pun nyaman karena jamaah gak perlu sibuk mikir harga tiket pesawat, harga kamar hotel, ataupun konsumsi selama di tanah suci. Ibadah juga lebih terjadwal dengan adanya &lt;em&gt;tour leader&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;muthawwif&lt;/em&gt; yang memandu dalam perjalanannya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dari beberapa poin tadi, satu hal yang kurang pas di saya adalah “terjadwal” karena yang saya butuhkan adalah fleksibilitas. Selain fleksibilitas terkait pertimbangan membawa anak, saya juga mempertimbangkan aspek lain seperti kebebasan milih maskapai pesawat, milih hotel, dan tentunya fleksibilitas jadwal ibadah dan &lt;em&gt;city tour&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Setiap pilihan tentu ada konsekuensinya. Dengan memilih tidak menggunakan jasa travel dalam perjalanan umrah artinya saya mengesampingkan aspek kemudahan dan kenyamanan dari pihak lain, saya harus mengeluarkan usaha lebih agar kami sekeluarga lancar dalam perjalanan dan harus berupaya membentuk suasana yang nyaman dalam perjalanan nanti. Maka tugas kami bersama dalam keluarga harus bisa membuat perjalanan umrah ini menjadi perjalanan yang menyenangkan dan tetap dalam koridor ibadah yang sesuai dengan kaidah.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;apa-dan-bagaimana&quot;&gt;Apa dan Bagaimana&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Umrah secara mandiri artinya kita sebagai peziarah harus mengurus hampir semua persyaratan sendiri, seperti pesan tiket pesawat sendiri, pesan kamar hotel sendiri, menyusun &lt;em&gt;itinerary&lt;/em&gt; perjalanan sendiri, memperkirakan jadwal sehari-hari selama di tanah suci sendiri. Tentunya sangat penting untuk kita punya ilmunya dan paham caranya. Bagi orang yang sudah pernah umrah, mungkin ketika akan umrah lagi dengan cara mandiri bisa lebih mudah karena sudah punya pengalaman. Akan tetapi untuk kita yang belum pernah, apalagi saya yang juga baru pertama kali umrah harus belajar sebanyak mungkin.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dalam hal ini, syukur Alhamdulillah saya dapat bimbingan dari guru-guru. Tanpa bimbingan guru, saya gak akan berani menjalankan umrah secara mandiri. Kembali pada syariatnya bahwa umrah adalah perjalanan ibadah, maka ada hal-hal yang harus diperhatikan agar ibadah ini dilakukan dengan tata cara yang benar. Selain itu juga saya belajar dari sumber lain seperti buku yang menjelaskan tentang umrah, maupun cerita pengalaman orang lain tentang tata cara umrah mandiri.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Berikut saya berikan tabel perbandingan antara umrah dengan travel dan mandiri, supaya paham perbedaannya ya.&lt;/p&gt;

&lt;div class=&quot;table_component&quot; role=&quot;region&quot; tabindex=&quot;0&quot;&gt;
&lt;table&gt;
    &lt;thead&gt;
        &lt;tr&gt;
            &lt;th&gt;.&lt;/th&gt;
            &lt;th&gt;Umrah Travel&lt;/th&gt;
            &lt;th&gt;Umrah Mandiri&lt;/th&gt;
        &lt;/tr&gt;
    &lt;/thead&gt;
    &lt;tbody&gt;
        &lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;Paspor&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Urus sendiri&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Urus sendiri&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
        &lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;Vaksin Meningitis&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Urus sendiri atau tergantung paket travel&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Urus sendiri, bisa di RS atau klinik yang menyediakan. Setelah suntik harus ada buku kuning vaksin (ICV) yang bertuliskan nama, nomor paspor, dan masa berlaku vaksinnya&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
        &lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;Tiket Pesawat&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Diurus oleh travel&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Pesan sendiri, saran saya pakai aplikasi SkyScanner untuk pantau harga dan maskapai terbaik sesuai budget&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
        &lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;Kamar Hotel&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Diurus oleh travel&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Pesan sendiri, bisa di &lt;a href=&quot;http://agoda.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Agoda&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://booking.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Booking.com&lt;/a&gt;, dll. Perhatikan lokasi hotel dari Google Maps, agar terbayang berapa jarak perjalanan yang harus ditempuh bolak-balik hotel ke masjid. Sebaiknya pilih yang sepaket dengan sarapan, juga pertimbangkan opsi &lt;i&gt;free cancellation&lt;/i&gt;, untuk jaga-jaga kalau keesokan hari nemu hotel yang lebih menarik, bisa ganti dengan mudah tanpa biaya&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
        &lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;Visa Umrah&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Diurus oleh travel&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Pesan ke travel, syarat utama harus punya bukti pesan tiket pesawat, scan paspor, foto latar belakang putih (bisa pakai foto dari hasil scan paspor). Proses sekitar 1-2 hari, bukti pendaftaran berupa PDF dan bisa cek nomor Visa terdaftar di &lt;a href=&quot;https://ksavisa.sa/&quot;&gt;KSAVISA&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
        &lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;Siskopatuh&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Diurus oleh travel&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Pesan ke travel, sepaket dengan visa umrah. Syaratnya harus sudah pesan hotel karena di Siskopatuh tertulis tempat kita menginap. Bentuknya ID Card warna merah putih, berisi foto dan QR Code yang kalau discan muncul halaman Siskopatuh Kemenag dengan foto dan data diri kita. ID Card harus dipakai ketika perjalanan&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
        &lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;Transportasi Mekkah-Madinah-Jeddah&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Diurus oleh travel&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Pesan sendiri, bisa naik bus (namanya NWBUS, pesan di &lt;a href=&quot;https://nwbus.sa/en/&quot;&gt;websitenya&lt;/a&gt;), atau naik kereta cepat (Haramain High speed Train, pesan di aplikasi “HHR Train” atau di &lt;a href=&quot;https://sar.hhr.sa/&quot;&gt;websitenya&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
        &lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;Transportasi &lt;i&gt;City Tour&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Diurus oleh travel&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Pesan sendiri, sesuai lokasi perjalanan. Bisa pakai taksi lokal atau taksi online dari aplikasi Uber atau Careem, unduh di Play Store atau App Store&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
        &lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;Jadwal &amp;amp; Susunan &lt;i&gt;Itinerary&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Terjadwal oleh travel&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Atur sendiri waktunya sesuka hati&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
        &lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;Pembimbing Ketika Umrah&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;&lt;i&gt;Muthawwif&lt;/i&gt; dari travel&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Cari jasa &lt;i&gt;Muthawwif&lt;/i&gt;, atau bisa juga tanpa &lt;i&gt;Muthawwif&lt;/i&gt; dengan syarat harus memahami ilmu tentang syarat sah, syarat wajib, rukun, dan hal-hal yang dilarang ketika ibadah umrah&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
        &lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;Manasik Umrah&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Ada sesi Manasik Umrah dari travel&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;Manasik Umrah artinya adalah peragaan pelaksanaan ibadah umrah sesuai dengan rukun-rukunnya. Dikarenakan umrah mandiri, maka harus belajar dan cari ilmunya sendiri. Sumber primer dari guru ngaji, sumber sekunder dari buku, media sosial atau cerita orang yang sudah pernah umrah&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
    &lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;

&lt;p&gt;Gimana, sudah kebayang kan perbedaan antara umrah menggunakan jasa travel dan umrah secara mandiri?&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;biaya-umrah-mandiri&quot;&gt;Biaya Umrah Mandiri&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Sejak awal tadi sengaja saya belum menyinggung masalah biaya. Padahal saya yakin di benak warganet ini kalau ngomongin umrah mandiri pasti mau tau tentang biayanya kan ya? hehehe&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Umrah mandiri, sebagaimana pengurusannya sebagian besar sendiri, maka kita bebas menentukan pilihan pengeluaran sesuai dengan budget. Kalau mau biaya yang lebih murah berarti pilih maskapai penerbangan &lt;em&gt;low cost&lt;/em&gt; atau tunggu waktu promo maskapainya, transportasi antara haramain pilih pakai bus daripada kereta cepat, dan tentunya pilih lokasi hotel yang agak jauh dari masjid yang secara harga lebih murah dibandingkan hotel yang keluar lobi langsung di teras masjid.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Proses riset ini butuh waktu. Saya pribadi butuh waktu hampir 2 bulan untuk mempelajari harga sekaligus merangkai susunan jadwal perjalanan dan penentuan berapa hari total perjalanan. Jadi harus ada usaha lebih untuk mengutak-atik rencana perjalanan. Inilah harga yang harus dibayar karena tidak menggunakan jasa travel.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Lalu, apakah umrah mandiri lebih murah dibandingkan umrah dengan travel?&lt;br /&gt;
Bisa lebih murah, bisa sama saja, bahkan bisa juga lebih mahal. Tergantung dengan aspek-aspek pengeluaran yang saya sebutkan di atas tadi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ada juga opsi umrah mandiri dengan mencari barengan orang lain supaya makin murah, bisa &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; biaya kamar dan transportasi. Untuk metode ini harap koordinasikan dengan baik ya, apalagi kalau belum saling kenal sebelumnya. Kalau memang ingin gabung dengan orang lain dalam rangka umrah mandiri, alangkah baiknya kenali dulu orang-orangnya ini siapa. Waspada juga kalau ada yang ngajak umrah mandiri dengan jumlah orang yang banyak, hati-hati deh. Takutnya ada oknum yang memanfaatkan &lt;em&gt;trend&lt;/em&gt; umrah mandiri dengan tujuan yang gak baik. Jadi kalau mau rame-rame lebih baik ikut umrah travel aja. Rombongannya banyak, lebih mudah, dan lebih jelas legalitasnya.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;referensi-perjalanan-saya&quot;&gt;Referensi Perjalanan Saya&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Di tulisan tentang Umrah Mandiri Bagian ke-1 ini saya hanya menjelaskan hal-hal dasar tentang ibadah umrah mandiri yang akan saya jalani. Nanti di tulisan Bagian ke-2 yang InsyaAllah akan terbit setelah saya pulang ke tanah air, saya akan memberikan penjelasan detail tentang perjalanan umrah mandirinya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Penjelasan mulai dari jadwal, susunan &lt;em&gt;itinerary&lt;/em&gt;, penjelasan tiap tempat di tanah suci, termasuk di dalamnya penjelasan tentang amalan/doa yang dibaca ketika umrah, dan tidak ketinggalan rincian biaya yang saya keluarkan untuk perjalanan umrah mandiri bertiga (dua orang dewasa dan satu anak). Silakan ditunggu ya tanggal tayang tulisannya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Hari ini, Jumat tanggal 13 September 2024 adalah hari keberangkatan kami dari tanah air. Mohon doanya agar perjalanan ibadah kami aman, nyaman, dan diterima sebagai umrah yang &lt;em&gt;mabrur&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;mabrurah&lt;/em&gt;. Aaaaamiin..&lt;/p&gt;</content><author><name></name></author><category term="tulisan" /><summary type="html">Umrah secara bahasa artinya adalah ziarah atau berkunjung ke suatu tempat</summary><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://adnan.id/img/kakbah.jpeg" /><media:content medium="image" url="https://adnan.id/img/kakbah.jpeg" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" /></entry><entry><title type="html">Serial Rajab-Syaban-Ramadhan : Dalail Al-Khayrat</title><link href="https://adnan.id/tulisan/serial-rajab-syaban-ramadhan-dalail-alkhayrat/" rel="alternate" type="text/html" title="Serial Rajab-Syaban-Ramadhan : Dalail Al-Khayrat" /><published>2024-04-25T10:00:00+07:00</published><updated>2024-04-25T10:00:00+07:00</updated><id>https://adnan.id/tulisan/serial-rajab-syaban-ramadhan-dalail-alkhayrat</id><content type="html" xml:base="https://adnan.id/tulisan/serial-rajab-syaban-ramadhan-dalail-alkhayrat/">&lt;p&gt;Mari kita lanjutkan serial tulisan Rajab-Syaban-Ramadhan. Tulisan sebelumnya bisa dibaca di tautan berikut :&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://adnan.id/tulisan/serial-rajab-syaban-ramadhan-isra-miraj/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Isra Mi’raj&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://adnan.id/tulisan/serial-rajab-syaban-ramadhan-tsulatsiyyat-bukhari/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tsulatsiyyat Al-Bukhari&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Tulisan ini rencananya mau di-&lt;em&gt;posting&lt;/em&gt; di bulan Sya’ban. Berhubung lagi banyak kesibukan ketika menjelang dan selama bulan Ramadhan, akhirnya baru bisa selesaiin tulisannya sekarang hehehe&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Oke, lanjut..&lt;br /&gt;
Pembahasan kali ini masih terkait keutamaan bulan Sya’ban, secara khusus tentang Shalawat. Lebih spesifik lagi tentang salah satu kitab shalawat paling fenomenal sejagat raya, yaitu Dalail Al-Khayrat.&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Apa sih Dalail Al-Khayrat itu?&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;h2 id=&quot;dalail-al-khayrat&quot;&gt;Dalail Al-Khayrat&lt;/h2&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px; width:95%;&quot; src=&quot;/img/shalawat-1.png&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom: 20px; font-style: italic;&quot;&gt;Ya Allah curahkanlah shalawat atas penghulu dan pemimpin kami Nabi Muhammad sekaligus pemimpin generasi pertama dan generasi terakhir&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;&lt;em&gt;Dalail Al-Khayrat wa Syawariqil Anwar fi Dzikr Ash-Shalat ‘Ala An-Nabiyyi Al-Mukhtar&lt;/em&gt; atau yang secara singkatnya disebut Dalail Al-Khayrat/Dalail Khairat/Dalail merupakan mushaf kumpulan redaksi shalawat dari semua riwayat hadits-hadits ma’tsur yang bersumber dari Rasulullah ﷺ, para sahabat, tabi’in, tabiit-tabi’in hingga para ulama pada masanya (TG. Miftahur Rahman Al-Banjary, Dalail Khairat, 2021).&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sebelum membahas lebih jauh, alangkah baiknya kita mengenal sang penyusun kitab shalawat Dalail Al-Khayrat ini terlebih dahulu.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;imam-muhammad-bin-sulaiman-al-jazuli&quot;&gt;Imam Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Sulaiman bin Abu Bakar Al-Jazuli As-Simlali Asy-Syarif Al-Hasani Asy-Syadzili. Beliau merupakan keturunan Rasulullah ﷺ dari jalur Sayyidina Hasan bin Ali &lt;em&gt;radhiyallahu anhumaa&lt;/em&gt;. Nama panggilan atau &lt;em&gt;kuniyah&lt;/em&gt;-nya adalah Abu Abdullah, maka sering kita baca atau dengar penyebutan namanya dengan Al-Imam Abi Abdillah Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli.&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/morocco-map.png&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom:0&quot;&gt;&lt;small&gt;Gambar 1 : Wilayah Sus Al-Aqsa, Maroko.&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;
&lt;center style=&quot;margin-bottom:10px; font-style: italic;&quot;&gt;&lt;small&gt;Sumber : Dala’il al-Khayrat: Prayer Manuscripts From The 16th To 19th Centuries (Islamic Arts Museum Malaysia, 2016)&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Ia berasal dari kabilah Jazulah di wilayah Sus Al-Aqsa, sebuah kota di barat daya Maroko. Selain itu juga namanya dinisbahkan pada Simlala yang merupakan sub-kabilah penting dari kabilah Jazulah.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Menurut pendapat yang kuat dari para ulama, Imam Al-Jazuli lahir pada tahun 807 Hijriah. Sejak kecil ia gemar mempelajari ilmu agama dan menghafal Al-Quran di kota kelahirannya. Hingga kemudian Ia hijrah ke kota Fez yang saat itu merupakan pusat perkembangan agama Islam di Maroko dalam kekuasaan Dinasti Idrisiyyah. Disini beliau berguru pada Sufi terkemuka pada zamannya antara lain Syaikh Ahmad Al-Zarruq Al-Bamussi dan Syaikh Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad Amghar Al-Shaghir. Dari kota Fez beliau juga melakukan perjalanan ke kota Mekah, Madinah, dan Al-Quds. Beliau pun tinggal di tanah suci sekitar 40 tahun (Islamic Arts Museum Malaysia, 2016).&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kembalinya beliau dari tanah suci ke kota Fez membawa bekal ilmu agama yang semakin mumpuni. Dalam perjalanan ruhaninya juga beliau mengambil jalan Thariqah Syadziliyyah yang dipelopori oleh seorang Sufi ternama, Al-Imam Quthbil Aqthab Sayyidi Syaikh Abu Al-Hasan ‘Ali Asy-Syadzili &lt;em&gt;qaddasalahu sirrahu&lt;/em&gt;. Hingga kemudian ada suatu kejadian unik yang menginspirasinya untuk menyusun kitab berisi kumpulan shalawat yang kemudian dikenal dengan Dalail Al-Khayrat ini.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Penyusunan mushaf Dalail dilakukan bersamaan dengan &lt;em&gt;khalwat&lt;/em&gt; (mengasingkan diri dari hubungan duniawi untuk fokus mendekatkan diri kepada Ilahi) yang Ia lakukan selama 14 tahun. Setelah merampungkan Dalail Al-Khayrat dan selesai dari &lt;em&gt;khalwat&lt;/em&gt;-nya, beliau mengabdikan diri untuk berdakwah di masyarakat. Dakwahnya menarik banyak murid yang ingin berguru kepadanya, hingga jumlah murid di dalam bimbingannya berjumlah 12.665 orang (Sayyid Muhammad Amin bin Syaikh Abu Bakar bin Salim, Dalail Al-Khayrat, 2019).&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Imam Al-Jazuli wafat pada tanggal 16 Rabiul Awal tahun 870 Hijriah ketika shalat Shubuh dan dimakamkan pada siang harinya setelah shalat Zuhur. Makamnya berada di kota Fez dan telah dibangun sebuah Zawiyah untuk melestarikan dakwahnya. Di Zawiyah ini setiap hari Kamis secara rutin diadakan pembacaan Dalail Al-Khayrat oleh para pecintanya hingga hari ini.&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/zawiyah-jazuli.png&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom:0&quot;&gt;&lt;small&gt;Gambar 2 : Makam di Zawiyah Imam Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli.&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;
&lt;center style=&quot;margin-bottom:10px; font-style: italic;&quot;&gt;&lt;small&gt;Sumber : Mohammed Khan (Sacred Footsteps, Untold Marrakesh The Seven Saints, 2015)&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Hingga kini Imam Al-Jazuli dikenal sebagai salah satu dari tujuh Sufi terkemuka di Maroko dengan sebutan &lt;em&gt;Seven Saints of Marrakech&lt;/em&gt; atau dalam bahasa arab &lt;em&gt;Sab’ah Rijal&lt;/em&gt; bersama enam Sufi lainnya yaitu Qadi ‘Iyyad bin Musa, Sidi Al-Suhayli, Sidi Yusuf bin ‘Ali As-Sanhaji, Abu Al-Abbas As-Sabti, Sidi Abd al-‘Aziz At-Tabba’, dan Sidi Abdallah Al-Ghazwani &lt;em&gt;radhiyallahu anhum ajma’in&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;penyusunan-dalail-al-khayrat&quot;&gt;Penyusunan Dalail Al-Khayrat&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Beberapa sumber menyebutkan bahwa Imam Al-Jazuli menghimpun shalawat ke dalam mushaf Dalail Al-Khayrat dengan shalawat-shalawat yang diperolehnya dari Perpustakaan Al-Qarawiyyin kota Fez. Penyusunan mushaf ini secara utuh membutuhkan waktu 14 tahun dalam &lt;em&gt;khalwat&lt;/em&gt;-nya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Guy Burak, bahwasannya Imam Al-Jazuli memulai penyusunan Dalail Al-Khayrat sekitar tahun 1453 Masehi (Guy Burak, &lt;em&gt;Collating The Signs of Benevolent Deeds: Muḥammad Mahdī al-Fāsī’s Commentary on Muḥammad al-Jazūlī’s Dalā’il al-Khayrāt and Its Ottoman Readers&lt;/em&gt;, 2019).&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/dalail-asma.png&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom:0&quot;&gt;&lt;small&gt;Gambar 3 : Manuskrip Dalail Al-Khayrat abad ke-10H/16M dari Maroko.&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;
&lt;center style=&quot;margin-bottom:10px; font-style: italic;&quot;&gt;&lt;small&gt;Sumber : Dala’il al-Khayrat: Prayer Manuscripts From The 16th To 19th Centuries (Islamic Arts Museum Malaysia, 2016)&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Ada kisah menarik di balik latar belakang penyusunan mushaf Dalail Al-Khayrat ini. Beberapa sumber kitab Dalail Al-Khayrat yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh TG. Miftahur Rahman Al-Banjary dan Sayyid Muhammad Amin bin Idrus BSA, kurang lebih berisi keterangan kisah sebagai berikut :&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Suatu ketika Imam Al-Jazuli sedang dalam perjalanan menunaikan ibadah haji. Di tengah perjalanan tibalah masuk waktu shalat fardhu. Ia melihat ada sebuah sumur tua dan menghampirinya dengan maksud untuk mengambil air wudhu. Namun di tepi sumur tersebut Ia tidak bisa menemukan tali/timba untuk mengambil air dari dasar sumur.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Di tengah kebingungannya, datanglah seorang anak perempuan menghampirinya sambil berkata, &lt;em&gt;“Siapakah kamu? dan apa yang bisa saya bantu?”&lt;/em&gt;. Imam Al-Jazuli pun memberitahukan namanya dan maksud tujuannya untuk mengambil air wudhu namun terkendala tidak adanya timba. Anak perempuan ini lanjut berkata, &lt;em&gt;“Kamu adalah seorang lelaki yang sering dipuji karena amal kebaikanmu. Namun untuk mengambil air dari dasar sumur ini saja kamu tidak bisa? Tunggulah sebentar”&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sejenak kemudian anak perempuan ini mendekat ke sumur, lalu bibirnya meniup ke arah lubang sumur. Tiba-tiba air dari bawah sumur itu naik ke atas dan keluar sehingga bisa digunakan untuk berwudhu. Hal ini tidak disangka oleh Imam Jazuli, kemudian Ia bertanya tentang amalan apakah yang anak perempuan ini lakukan sehingga bisa mendapatkan keistimewaan dari Allah SWT untuk mempraktikan hal tadi. Anak perempuan ini pun menjelaskan bahwa amalan yang ia lakukan adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan membaca :&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px; width:95%;&quot; src=&quot;/img/shalawat-2.png&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom: 20px; font-style: italic;&quot;&gt;Ya Allah curahkanlah shalawat kepada yang apabila berjalan di daratan maka hewan liar akan meliuk-liukkan ekornya&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Sebab kejadian unik inilah Imam Al-Jazuli bertekad untuk menyusun sebuah kitab yang secara khusus berisi tentang kumpulan shalawat. Teks shalawat dari anak perempuan ini pun dimasukkan ke dalam &lt;em&gt;Al-Hizb Ats-Tsani&lt;/em&gt; atau bagian kedua dalam kitab Dalail Al-Khayrat.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;kandungan-dalail-al-khayrat&quot;&gt;Kandungan Dalail Al-Khayrat&lt;/h3&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/raudhah-makam.png&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom:0&quot;&gt;&lt;small&gt;Gambar 4 : Ilustrasi Denah Raudhah dalam kitab Dalail Al-Khayrat, Naskah abad 18 dari Banten.&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;
&lt;center style=&quot;margin-bottom:10px; font-style: italic;&quot;&gt;&lt;small&gt;Sumber : Illustrated and Illuminated Manuscripts of
the Dalāʾil al-khayrāt from Southeast Asia - Farouk Yahya (MS Leiden, University library, Or. 7057a (6), Fol. 32V)&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Secara struktural, kandungan utama dari Dalail Al-Khayrat terbagi menjadi 4 yaitu :&lt;/p&gt;

&lt;ol&gt;
  &lt;li&gt;Pembukaan, berisi kalimat pendahuluan dari Imam Al-Jazuli dan hadits-hadits terkait keutamaan shalawat.&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;201 Nama-Nama Rasulullah ﷺ, Imam Al-Jazuli mengambil nama Rasulullah ﷺ dari Al-Quran dan dari sumber-sumber lain hingga totalnya berjumlah 201 nama.&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;Ilustrasi Denah Raudhah yang di dalamnya berisi hadits serta gambaran makam Rasulullah ﷺ, Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq RA., dan Sayyidina Umar bin Khattab RA.&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;&lt;em&gt;Ahzab&lt;/em&gt; atau kumpulan &lt;em&gt;hizb&lt;/em&gt; yang merupakan inti dari Dalail Al-Khayrat. Di dalamnya berisi shalawat-shalawat yang terbagi menjadi 8 &lt;em&gt;hizb&lt;/em&gt;. Selain itu juga terdapat pembagian per-4 atau &lt;em&gt;rubu’&lt;/em&gt;, per-3 atau &lt;em&gt;tsuluts&lt;/em&gt;, dan per-2 atau &lt;em&gt;nisf&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;

&lt;p&gt;Poin nomor 4 di atas adalah inti dari Dalail Al-Khayrat. Bagi pembaca/pengamal Dalail umumnya membacanya setiap hari yang terbagi menjadi 7 hari. Pembagian cara membacanya antara lain :&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
  &lt;li&gt;&lt;em&gt;Al-Hizb Al-Awwal&lt;/em&gt; (bagian pertama) dibaca pada hari Senin&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;&lt;em&gt;Al-Hizb Ats-Tsani&lt;/em&gt; (bagian kedua) dibaca pada hari Selasa&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;&lt;em&gt;Al-Hizb Ats-Tsalits&lt;/em&gt; (bagian ketiga) dibaca pada hari Rabu&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;&lt;em&gt;Al-Hizb Ar-Rabi’&lt;/em&gt; (bagian keempat) dibaca pada hari Kamis&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;&lt;em&gt;Al-Hizb Al-Khamis&lt;/em&gt; (bagian kelima) dibaca pada hari Jum’at&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;&lt;em&gt;Al-Hizb As-Saadis&lt;/em&gt; (bagian keenam) dibaca pada hari Sabtu&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;&lt;em&gt;Al-Hizb As-Sabi’&lt;/em&gt; (bagian ketujuh) dan &lt;em&gt;Al-Hizb Ats-Tsamin&lt;/em&gt; (bagian kedelapan) dibaca pada hari Minggu&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;Tata cara baca seperti di atas adalah salah satu contoh berdasarkan naskah versi &lt;em&gt;Sahliyya&lt;/em&gt; yang secara masyhur digunakan. Namun pada kenyataannya saat ini terdapat banyak versi dari Kitab Dalail Al-Khayrat yang menyebabkan keberagaman pada tata cara membacanya, pembagian &lt;em&gt;hizb&lt;/em&gt;, bahkan juga terdapat beberapa perbedaan redaksional teks shalawat di dalamnya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Selain keempat isi pokok tersebut, sebenarnya masih ada komponen lain yang mungkin ada di dalam kitab Dalail Al-Khayrat. Sebagai contoh adanya ilustrasi Mimbar Nabi ﷺ, Silsilah leluhur Nabi Muhammad ﷺ, Asma Al-Husna, Kalimat niat sebelum membaca Dalail, &lt;em&gt;Kaifiyyat&lt;/em&gt; tawasul di bagian awal, dan lain sebagainya. Variasi tambahan isi tersebut tergantung pada versi cetakan, pen-&lt;em&gt;tahqiq&lt;/em&gt;, atau mungkin percetakan tempat kitab tersebut dibuat.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;versi-naskah-dalail-al-khayrat&quot;&gt;Versi Naskah Dalail Al-Khayrat&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Sekitar abad ke-19 karya monumental Imam Al-Jazuli ini viral dan dibaca/diamalkan secara menyeluruh di negara-negara Islam Sunni, mulai dari Afrika hingga Asia Tenggara. Namun karena jarak tahun yang berbeda jauh sejak Dalail Al-Khayrat ini dibuat, dan dengan jalur periwayatan yang beragam, akhirnya selama penyebarannya pun terdapat banyak versi naskah Dalail yang berbeda-beda.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Hingga kemudian hadirlah seorang ulama yang bernama Syaikh Muhammad Al-Mahdi Al-Fasi yang fokus meneliti naskah otentik Dalail Al-Khayrat melalui karyanya yang berjudul &lt;em&gt;Matali Al-Masarrat bi Jala Dalail Al-Khayrat&lt;/em&gt;. Melalui karyanya ini Syaikh Muhammad Al-Fasi membandingkan beberapa naskah Dalail dan memberikan penjelasan terkait makna yang terkandung dalam shalawat yang ada di dalam Dalail Al-Khayrat.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dalam penelitiannya, Syaikh Muhammad Al-Fasi bergantung pada naskah Dalail yang dipercaya paling reliabel yaitu versi Naskah Sahliyyah &lt;em&gt;(nuskhah as-sahliyyah)&lt;/em&gt;. Naskah ini dibuat oleh salah seorang murid dari Imam Al-Jazuli yang bernama Syaikh Muhammad Al-Sughayyir Al-Sahli. Syaikh Muhammad Al-Sahli telah membacakan Dalail Al-Khayrat dengan naskahnya di hadapan Imam Jazuli secara langsung selama 8 tahun sebelum Imam Al-Jazuli wafat. Oleh karenanya memungkinkan Imam Al-Jazuli untuk mengoreksi naskah tersebut apabila ada yang harus disesuaikan. Maka dari itu Naskah Sahliyyah ini diyakini merupakan naskah Dalail Al-Khayrat yang otentik.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Seiring berjalannya waktu, berdasarkan pemusatan keotentikan naskah berdasarkan naskah Sahliyyah, banyak versi cetakan Dalail Al-Khayrat menginduk pada naskah Sahliyyah. Sehingga apabila ada suatu bagian dalam naskah versi cetakan baru terdapat perbedaan, maka akan diberikan catatan bahwasannya berdasarkan naskah Sahliyyah “seperti ini” sementara pada cetakan ini “seperti ini”, dikarenakan rujukan utama tetap ke naskah Sahliyyah.&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px; max-height: none;&quot; src=&quot;/img/dalail-all.jpg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom:15px&quot;&gt;&lt;small&gt;Gambar 5 : Koleksi Kitab Dalail Al-Khayrat Pribadi.&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Alhamdulillah, Al-Faqir ada beberapa koleksi kitab Dalail Al-Khayrat yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Pen-&lt;em&gt;tahqiq&lt;/em&gt; kitabnya berbeda, jalur sanad-nya berbeda, dan jika dibandingkan justru kita bisa belajar bahwasannya ilmu shalawat itu luas dan tidak akan pernah habis jika dipelajari. Kalau di-detailkan nama pen-&lt;em&gt;tahqiq&lt;/em&gt; berdasarkan urutan waktu perolehan kitabnya seperti ini :&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
  &lt;li&gt;TG. Miftahur Rahman Al-Banjary (putih kiri atas, dan ukuran saku kecil kanan tengah)&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;TG. Zaini Abdul Ghani/Az-Zahra Sekumpul (hijau-emas tengah paling bawah)&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;Sayyid Muhammad Amin bin Idrus BSA (kuning-hijau atas kanan)&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;Syaikh Yusri Rusydi As-Sayyid Jabr Al-Hasani (hijau-emas besar kanan bawah)&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;Maktabah Turmusi (hijau-merah atas tengah)&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;KH. Ali bin Idris Al-Lumajangi (kuning kiri bawah)&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;Syaikh Nuh Ha Mim Keller (merah marun tengah)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;Dari beberapa kitab Dalail Al-Khayrat tersebut yang kontennya persis seperti naskah Sahliyyah adalah yang dari Syaikh Nuh Ha Mim Keller sesuai dengan keterangan redaksionalnya yang ada di &lt;a href=&quot;https://www.dalail.com/index.php/the-story-dalail-al-khayrat/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;halaman berikut&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;baca-dalail-al-khayrat&quot;&gt;Baca Dalail Al-Khayrat&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Kita tiba di penghujung pembahasan ya, langsung aja biar gak penasaran bisa klik tautan di bawah ini. Kebetulan di website ini pun ada Dalail Al-Khayrat versi web yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun (yang penting ada koneksi internet).&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Klik disini 👉 &lt;a href=&quot;https://dalailkhairat.adnan.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Dalail Al-Khayrat&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Saya rasa cukup sekian pembahasan terkait karya monumental Dalail Al-Khayrat yang saya ulas secara sederhana ini. Kurang lebihnya jika ada yang ingin didiskusikan atau mungkin ada penyampaian saya yang kurang tepat bisa tolong disampaikan ya. Terima kasih sudah membaca hingga sejauh ini.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;em&gt;Hadanallahu wa iyyakum ajma’in..&lt;/em&gt;
&lt;em&gt;wa jazakumullahu ahsanal jaza&lt;/em&gt; 🙏&lt;/p&gt;</content><author><name></name></author><category term="tulisan" /><summary type="html">Mari kita lanjutkan serial tulisan Rajab-Syaban-Ramadhan. Tulisan sebelumnya bisa dibaca di tautan berikut : Isra Mi’raj Tsulatsiyyat Al-Bukhari</summary><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://adnan.id/img/header-empty.png" /><media:content medium="image" url="https://adnan.id/img/header-empty.png" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" /></entry><entry><title type="html">Serial Rajab-Syaban-Ramadhan : Tsulatsiyyat Al-Bukhari</title><link href="https://adnan.id/tulisan/serial-rajab-syaban-ramadhan-tsulatsiyyat-bukhari/" rel="alternate" type="text/html" title="Serial Rajab-Syaban-Ramadhan : Tsulatsiyyat Al-Bukhari" /><published>2024-02-11T10:00:00+07:00</published><updated>2024-02-11T10:00:00+07:00</updated><id>https://adnan.id/tulisan/serial-rajab-syaban-ramadhan-tsulatsiyyat-bukhari</id><content type="html" xml:base="https://adnan.id/tulisan/serial-rajab-syaban-ramadhan-tsulatsiyyat-bukhari/">&lt;p&gt;Mari kita lanjutkan serial tulisan Rajab-Syaban-Ramadhan. Tulisan sebelumnya tentang Isra dan Miraj bisa dibaca di &lt;a href=&quot;https://adnan.id/tulisan/serial-rajab-syaban-ramadhan-isra-miraj/&quot;&gt;link berikut&lt;/a&gt; ya.&lt;/p&gt;

&lt;h2 id=&quot;syaban-bulannya-rasulullah-ﷺ&quot;&gt;Sya’ban bulannya Rasulullah ﷺ&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Sayyidina Muhammad ﷺ adalah manusia paling mulia, namanya bersanding dengan nama Allah ﷻ di Arsy sejak sebelum makhluk pertama diciptakan, seorang pimpinan yang paling bijak dan beretika, kepala keluarga yang paling berakhlak, panutan yang sangat memperhatikan setiap aspek kehidupan umatnya sejak masa kenabian hingga akhir zaman kelak. Beliau lah yang paling kita harapkan syafaat pertolongannya pada hari ketika tidak ada tempat untuk bergantung. Semoga kita semua termasuk dalam barisan umatnya yang setia mencintai dan menjalankan setiap tuntunannya.&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/alahzab56.png&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab : 56)&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Sya’ban adalah bulan ketika diturunkannya ayat Al-Quran di atas. Ayat ini merupakan pengingat betapa mulianya Nabi Muhammad ﷺ sampai-sampai Allah memerintahkan umat Islam dan malaikat bershalawat kepadanya. Dan melalui ayat ini pun bisa diketahui bahwa shalawat adalah satu-satunya perintah ibadah yang Allah ﷻ juga ikut melakukannya. Beda dengan perintah ibadah lain, misalkan Allah ﷻ memerintahkan shalat 5 waktu yang hanya diwajibkan kepada umat Islam sementara Allah ﷻ tidak melakukannya. Dengan turunnya ayat tersebut di bulan Sya’ban pula, para ulama menyandingkan bulan Sya’ban sebagai bulannya Nabi Muhammad ﷺ. Maka perbanyaklah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ baik di dalam bulan Sya’ban maupun di bulan-bulan lainnya.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;hadits-rasulullah-ﷺ&quot;&gt;Hadits Rasulullah ﷺ&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Salah satu metode untuk mengikuti tuntunan Nabi Muhammad ﷺ adalah melalui hadits atau sunnah peninggalannya. Hadits merupakan sumber hukum islam yang kedua setelah Al-Qur’an.&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Secara etimologi, hadits merupakan segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi ﷺ, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapan serta sifat-sifat fisik dan suri tauladannya. Berdasarkan definisi ini hadits bisa disamakan dengan sunnah.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Seperti yang sudah kita ketahui bahwa hadits Rasulullah ﷺ telah dihimpun oleh para ulama. Secara masyhur, hadits-hadits tersebut terkumpul dalam Kutubut-Tis’ah yaitu sembilan kitab-kitab hadits yang dibuat oleh ulama-ulama besar terdahulu, antara lain Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, Muwatha’ Malik, Musnad Ahmad, dan Sunan Darimi. Dalam tulisan ini secara khusus saya ingin membahas sedikit mengenai Shahih Bukhari.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Nama lengkap penyusunnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari. Menurut Prof. Muhammad Abu Zahw, seorang guru besar ilmu Al-Quran dan Hadits di Universitas Al-Azhar Kairo dalam bukunya yang berjudul “The History of Hadith” beliau mengungkapkan bahwa Imam Al-Bukhari menyusun kitab haditsnya selama 16 tahun. Di dalamnya Imam Al-Bukhari melakukan &lt;em&gt;takhrij&lt;/em&gt; lebih dari enam ratus ribu hadits. Ia sangat teliti sehingga tidak meloloskan satu hadits pun di dalamnya kecuali Ia telah yakin tiap haditsnya benar-benar shahih dari Rasulullah ﷺ. Al-Hafizh Ibnu Hajar menyebutkan bahwa hadits-hadits yang terdapat di dalam Shahih Bukhari secara berulang sebanyak 7397 hadits, selain hadits &lt;em&gt;mu’allaq, mutaba, dan mauquf&lt;/em&gt;. Sementara matan hadits yang asli tanpa perulangan sebanyak 2602 hadits.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;tsulatsiyyat-al-bukhari&quot;&gt;Tsulatsiyyat Al-Bukhari&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Tsulatsiyat Al-Bukhari adalah hadits-hadits dari Shahih Bukhari yang antara Imam Al-Bukhari sebagai penyusun hadits dengan Rasulullah ﷺ sebagai sumber hadits hanya terdapat tiga orang perawi saja. Dengan kata lain Tsulatsiyyat Al-Bukhari adalah sebagian kecil dari Shahih Bukhari yang memiliki keistimewaan terkait kedekatan antara Imam Al-Bukhari dan Rasulullah ﷺ hanya berjarak 3 orang yang meriwayatkan haditsnya. Keistimewaan hadits-hadits ini juga disebutkan karena mempunyai sanad yang tinggi (sanad ‘aly) dibandingkan hadits lain dalam Shahih Bukhari yang memiliki empat hingga sembilan perawi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Berikut adalah diagram perawi dalam Tsulatsiyyat Al-Bukhari :&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/tsulatsiyyat-arabic.drawio.svg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Tsulatsiyyat Al-Bukhari terdiri dari 22 hadits. Berdasarkan jalur perawi dari gambar di atas, periwayatan hadits Tsulatsiyyat Al-Bukhari (tingkatan kedua dari kanan) terbagi menjadi lima jalur, yaitu :&lt;/p&gt;
&lt;ol&gt;
  &lt;li&gt;من طريق المكي عن يزيد عن سلمة بن الأكوع (dari jalur Al-Makkiy → Yazid → Salamah bin Al-Akwa’, terdapat 11 Hadits)&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;من طريق أبو عاصم الضحاك عن يزيد عن سلمة بن الأكوع (dari jalur Abu ‘Ashim Adh-Dhahak → Yazid → Salamah bin Al-Akwa’, terdapat 6 Hadits)&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;من طريق محمد بن عبد الله الأنصاري عن حميد عن أنس بن مالك (dari jalur Muhammad bin Abdullah Al-Anshariy → Humaid → Anas bin Malik, terdapat 3 Hadits)&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;من طريق خلاد بن يحيى عن عيسى بن طهمان عن أنس بن مالك (dari jalur Khallad bin Yahya → ‘Isa bin Thahman → Anas bin Malik, terdapat 1 Hadits)&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;من طريق عصام بن خالد عن حريز بن عثمان عن عبد الله ابن بسر (dari jalur Ishom bin Khalid → Hariz bin Utsman → Abdullah bin Busr, terdapat 1 Hadits)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;

&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:10px&quot; src=&quot;/img/syekhalijumah.png&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;center style=&quot;margin-bottom:10px&quot;&gt;&lt;small&gt;Sumber Gambar : Youtube Nabawi TV&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Syaikh Ali Jum’ah (Mufti Besar Mesir periode 2003 - 2013) dalam sebuah acara di Masjid Istiqlal pada tanggal 9 Oktober 2023 yang lalu menjelaskan terkait keistimewaan Imam Al-Bukhari beserta Tsulatsiyyat Al-Bukhari. Dalam acara tersebut juga diberikan ijazah kepada jamaah yang hadir untuk kitab Tsulatsiyyat Al-Bukhari. Beliau menyampaikan bahwa ulama pertama yang memperhatikan tentang Tsulatsiyyat Al-Bukhari ini adalah Imam Al-Murtadho Az-Zabidi yang menyusun kitab “Tajul ‘Arus min Jawahir Al-Qamus”.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Imam Al-Murtadho Az-Zabidi menggunakan metode Tsulatsiyyat ini untuk muridnya menghafalkan hadits-hadits dari Shahih Bukhari. Lalu kemudian beliau berencana untuk menyusun metode Rubaiyyat (hadits dengan 4 perawi), namun Ia dipanggil oleh Allah ﷻ sebelum menyelesaikan metode Rubaiyyat tersebut. Sehingga metode penghafalan Rubaiyyatnya tidak dilanjutkan lagi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Oleh karenanya, sebagai usaha Al-Faqir dalam menghafalkan, mengamalkan, dan berbagi pengetahuan kepada sesama tentang hadits-hadits Nabi ﷺ, Alhamdulillah sudah disusun Tsulatsiyyat Al-Bukhari dalam format halaman web yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun (asalkan ada koneksi internet hehe).&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ayo kita belajar untuk membaca, menghafal, dan memahami Hadits Rasulullah ﷺ&lt;br /&gt;
Silahkan klik tautan berikut untuk membacanya → &lt;a href=&quot;https://tsulatsiyyatbukhari.adnan.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tsulatsiyyat Al-Bukhari&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Di dalamnya sudah diberikan penomoran hadits dan dilampirkan juga terjemahannya agar kita bisa memahami makna dari hadits yang mulia dari Sayyidina Muhammad ﷺ. Cukup sekian untuk tulisan pada seri kali ini, sampai jumpa di tulisan berikutnya, masih di dalam Serial Rajab-Syaban-Ramadhan 👋&lt;/p&gt;</content><author><name></name></author><category term="tulisan" /><summary type="html">Mari kita lanjutkan serial tulisan Rajab-Syaban-Ramadhan. Tulisan sebelumnya tentang Isra dan Miraj bisa dibaca di link berikut ya.</summary><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://adnan.id/img/header-empty.png" /><media:content medium="image" url="https://adnan.id/img/header-empty.png" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" /></entry><entry><title type="html">Serial Rajab-Syaban-Ramadhan : Isra dan Mi’raj</title><link href="https://adnan.id/tulisan/serial-rajab-syaban-ramadhan-isra-miraj/" rel="alternate" type="text/html" title="Serial Rajab-Syaban-Ramadhan : Isra dan Mi’raj" /><published>2024-02-04T17:00:00+07:00</published><updated>2024-02-04T17:00:00+07:00</updated><id>https://adnan.id/tulisan/serial-rajab-syaban-ramadhan-isra-miraj</id><content type="html" xml:base="https://adnan.id/tulisan/serial-rajab-syaban-ramadhan-isra-miraj/">&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Rajab bulannya Allah ﷻ, Sya’ban bulannya Rasulullah ﷺ, Ramadhan bulannya umat Rasulullah ﷺ&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Sebagian dari kita mungkin pernah dengar kalimat tersebut. Makna sebenarnya gimana ya?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;em&gt;tulisan ini merupakan rangkuman tulisan Al-Faqir (saya) sendiri ketika duduk di majelis-majelis ilmu, jikalau ada kata-kata atau penjelasan yang kurang tepat mohon dikoreksi ya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 id=&quot;rajab-bulannya-allah-ﷻ&quot;&gt;Rajab bulannya Allah ﷻ&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Salah satu pendapat ulama mengenai makna ungkapan ini adalah karena di bulan Rajab terjadi peristiwa penting yaitu Isra dan Mi’raj-nya Nabi kita Sayyidina Muhammad ﷺ pada tanggal 27 Rajab. Peristiwa ini sekaligus menjadi mukjizat karena perjalanan ini dilakukan secara sadar bukan mimpi, artinya jasad mulia beliau ﷺ pun ikut diperjalankan. Dan harus dipahami bahwa dalam peristiwa ini terdapat 2 momen, yaitu Isra dan Mi’raj.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Momen pertama adalah Isra, yaitu diperjalankannya Nabi Muhammad ﷺ dari Masjidil Haram di Kota Mekah (ada yang berpendapat tepatnya di rumah Ummu Hani) ke Masjidil Aqsha di Kota Yerussalem (Palestina) dengan menaiki Buraq didampingi oleh Malaikat Jibril. Hingga di Masjidil Aqsha Rasulullah ﷺ menjadi imam shalat untuk seluruh Nabi dan Rasul yang telah diutus sebelumnya. Hal ini menandakan keistimewaan beliau sebagai manusia paling mulia, karena pada hakikatnya pun seluruh alam semesta ini diciptakan karena Nur Nabi Muhammad ﷺ.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Momen kedua adalah Mi’raj, yakni diperjalankannya Nabi Muhammad ﷺ bersama Malaikat Jibril ke setiap lapisan langit bertemu dengan para Nabi dan Rasul pendahulunya dari langit pertama hingga ketujuh. Hingga kemudian beliau ﷺ seorang diri naik ke Sidratul Muntaha untuk berjumpa langsung dengan Allah ﷻ. Dalam kesempatan ini Malaikat Jibril tidak ikut menemani karena akan terbakar jika ikut naik, hal ini menandakan bahwa meskipun Malaikat terbuat dari Nur namun Nur dan Jasadnya Nabi Muhammad lebih mulia hingga diizinkan bertemu Allah ﷻ secara langsung untuk menerima perintah shalat yang awalnya 50 waktu, hingga akhirnya menjadi 5 waktu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Penjelasan detail mengenai peristiwa Isra dan Mi’raj ini silahkan diperdalam dari sumber-sumber lain, salah satu sumber yang saya rekomendasikan yaitu dari buku “Semalam Bersama Jibril”. Buku ini merupakan versi terjemahan dari kitab “Wa Huwa bil Ufuqil A’la” karya dari Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki. Bukunya tergolong lawas karena udah lama terbitnya, mungkin gak bisa didapatkan lagi versi barunya tapi kalau versi bekasnya masih bisa kita temui di &lt;em&gt;marketplace&lt;/em&gt; atau toko-toko buku lainnya.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;perintah-shalat-5-waktu&quot;&gt;Perintah Shalat 5 Waktu&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Shalat wajib lima waktu adalah puncak penghambaan kita kepada-Nya. Shalat juga sebagai tiang agama yang artinya jika tidak kokoh (bolong-bolong) maka akan runtuh agama di dalam diri seseorang. Tidak akan dihitung amal ibadah kita yang lain di &lt;em&gt;yaumul hisab&lt;/em&gt; nanti, setelah ibadah shalatnya selesai dihitung. Tentu jangan kita bayangkan seperti apa hitungannya karena hanya Allah ﷻ yang tau. Maka melalui tulisan ini saya mengajak agar kita perbaiki kualitas penghambaan kita kepada Allah ﷻ khususnya melalui shalat 5 waktu dan ibadah-ibadah yang lainnya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Salah satu cara memperbaiki cara kita shalat adalah dengan benar-benar memaknai apa yang kita lakukan dalam rangkaian ibadah shalat. Mulai dari memahami cara bersuci dan berwudhu, memaknai tiap gerakan dan bacaan dalam 17 rukun shalat. Dan dari setiap rukun tersebut yang paling utama adalah ketika sujud. Mengapa demikian?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;karena ketika sujud kepala kita—yang merupakan lambang kehormatan—ini diletakkan sejajar dengan kaki. Bentuk penghambaan bahwa sebenarnya kita tidak ada apa-apanya dibandingkan kekuasaan Allah ﷻ. Pahami juga bahwa dalam gerakan sujud seharusnya ada 8 anggota tubuh kita yang ikut sujud, coba kita sebutkan satu per satu :&lt;/p&gt;
&lt;ol&gt;
  &lt;li&gt;Dahi&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;Telapak tangan kanan&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;Telapak tangan kiri&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;Lutut kanan&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;Lutut kiri&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;Jari-jari (bagian depan) kaki kanan&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;Jari-jari (bagian depan) kaki kiri&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;&lt;em&gt;apa anggota tubuh yang kedelapan?&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;

&lt;p&gt;Sudah tau jawabannya?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Iya, kedelapan adalah hati. Hati kita juga harus ikut sujud kepada-Nya. Bukan hanya sekedar menjalankan ritual ibadah shalat namun hati kita masih ada rasa gak ridho dengan salah satu takdir yang Ia tetapkan di hidup kita. Percayalah setiap ada kesulitan sudah pasti akan ada kemudahan. Dan untuk lebih menguatkan kita, coba simak terjemahan dari potongan ayat Al-Quran berikut :&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).&lt;/p&gt;

&lt;h2 id=&quot;syaban-bulannya-rasulullah-ﷺ&quot;&gt;Sya’ban bulannya Rasulullah ﷺ&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Penjelasan pada bagian ini akan saya bahas ketika sudah masuk bulan Sya’ban nanti ya.. Sampai jumpa 😁&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Update&lt;/strong&gt;, lanjutan dari serial ini bisa dibaca di &lt;a href=&quot;https://adnan.id/tulisan/serial-rajab-syaban-ramadhan-tsulatsiyyat-bukhari/&quot;&gt;link berikut&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;</content><author><name></name></author><category term="tulisan" /><summary type="html">Rajab bulannya Allah ﷻ, Sya’ban bulannya Rasulullah ﷺ, Ramadhan bulannya umat Rasulullah ﷺ</summary><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://adnan.id/img/header-empty.png" /><media:content medium="image" url="https://adnan.id/img/header-empty.png" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" /></entry><entry><title type="html">Produktif Dengan Notion (2)</title><link href="https://adnan.id/tulisan/produktif-dengan-notion-2/" rel="alternate" type="text/html" title="Produktif Dengan Notion (2)" /><published>2023-11-29T06:50:00+07:00</published><updated>2023-11-29T06:50:00+07:00</updated><id>https://adnan.id/tulisan/produktif-dengan-notion-2</id><content type="html" xml:base="https://adnan.id/tulisan/produktif-dengan-notion-2/">&lt;p&gt;Dua tahun berlalu sejak tulisan pertama saya tentang &lt;a href=&quot;https://adnan.id/tulisan/produktif-dengan-notion/&quot;&gt;Notion&lt;/a&gt; (silakan di klik ya kalau mau tau bagian awalnya), akhirnya hari ini bisa dilanjutin lagi 🎉&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Pas banget kita udah di penghujung akhir tahun, gak ada salahnya untuk kita coba menyusun resolusi di tahun yang baru nanti. Sama-sama kita niatkan agar di tahun depan, kita menjadi lebih baik. Baik dari segi kepribadian, kerohanian, pekerjaan, dan apapun itu yang menurut Tuhan Yang Maha Esa baik, pasti itulah yang terbaik untuk diri kita.&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Berhubung juga ada tugas buat &lt;em&gt;sharing session&lt;/em&gt; di kantor, jadi sekalian aja posting tulisan ini hehehe&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Pada bagian sebelumnya, saya pernah kasih tau kalau Notion bisa digunakan untuk membuat checklist produktifitas harian yang di dalamnya terhubung dengan database media. Kali ini kita akan kupas tuntas gimana caranya dan apa manfaatnya, sikat!&lt;/p&gt;

&lt;h2 id=&quot;productivity-checklist&quot;&gt;Productivity Checklist&lt;/h2&gt;

&lt;h4 id=&quot;productivity-checklist-ini-biar-lebih-singkat-kita-sebut-aja-pc-ya&quot;&gt;Productivity Checklist ini biar lebih singkat kita sebut aja &lt;em&gt;“PC”&lt;/em&gt; ya&lt;/h4&gt;

&lt;p&gt;Selayaknya daftar belanja bulanan yang harus diceklis semua ketika pergi ke pasar, begitupun tujuan &lt;em&gt;PC&lt;/em&gt; ini dibuat. Bedanya daftar belanja isinya bahan-bahan makanan, bumbu dapur, atau belanjaan lainnya. Kalau checklist ini isinya aktifitas-aktifitas yang &lt;strong&gt;harus&lt;/strong&gt; dikerjakan sehari-hari. Kata-kata &lt;strong&gt;harus&lt;/strong&gt; itu saya bikin tebel biar jadi perhatian karena tingkat keharusan itu bergantung pada preferensi kita masing-masing ya, sesuaikan dengan tujuan hidup kita! (&lt;em&gt;ciaelaah berat amat bahasanya bang&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Eh iya, serius!&lt;br /&gt;
Disadari atau gak sebenernya masing-masing dari kita pasti punya tujuan hidup. Kalau merasa belum punya, segera tentuin deh. Minimal punya rencana minggu depan mau ngapain, bulan depan mau tambah keahlian apa, atau tahun depan pengen punya peningkatan dalam kehidupan di sisi apa. Renungkanlah.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dalam pembahasan ini saya akan bahas tentang checklist harian. Nantinya bisa terus berkembang pakai dimensi waktu yang lebih luas misalkan mingguan, bulanan, atau lainnya yang tentunya dengan isi yang disesuaikan ya. Checklist harian ini berisi daftar aktifitas yang sehari-hari harus kita lakukan dengan harapan ada hasil baik ke depannya. Tujuannya untuk menjaga kita agar tetap “on track” dengan tujuan hidup. Sebagai contoh, kalau kita mau jadi orang yang haus ilmu pengetahuan dan selalu belajar, punya target minimal setiap hari baca buku 5 halaman. Kalau kita mau dekat dengan Nabi Muhammad SAW di hari akhir nanti, punya target sehari minimal baca sholawat 100 kali. Kalau kita mau jadi orang yang ringan tangan, punya target setiap hari bisa sedekah ke orang yang butuh. Kalau pengen tahun depan ketemu jodoh, punya target ada hal-hal baik yang konsisten kita lakukan sebagai bentuk memantaskan diri untuk bertemu jodoh terbaik (&lt;em&gt;ihiiiy&lt;/em&gt; 😌). Dan contoh lainnya yang tentunya setiap diri kita punya niat sendiri. Daftar aktifitas itulah yang akan kita isi di &lt;em&gt;PC&lt;/em&gt;-nya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Langsung aja nih kita liat bagaimana bentuknya &lt;em&gt;PC&lt;/em&gt; di Notion :&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/notion-pc.png&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;&lt;em&gt;PC&lt;/em&gt; ini berisi daftar hari, tanggal, dan aktifitas apa aja yang harus dilakukan tiap harinya. Belajar dari pengalaman saya pribadi untuk mengisi &lt;em&gt;PC&lt;/em&gt; ini butuh kedisiplinan, sebelumnya saya agak keteteran karena sering kelupaan isi tiap hari. Akhirnya saya bikin otomatisasi pengisian tanggalnya. Jadi secara otomatis satu field akan dibuat oleh sistem pada jam tertentu sesuai keinginan kita, selanjutnya kita tinggal ceklis aktifitasnya aja. Pembahasan detail pengisiannya ada di bawah nanti gaes. Sementara kita lanjut dulu bahas Database Media.&lt;/p&gt;

&lt;h2 id=&quot;media-database&quot;&gt;Media Database&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Sesuai namanya, database ini akan menyimpan berbagai macam media yang kita mau (penamaan “media” ini bisa disesuaikan kalau dirasa kurang pas). Disini lah tempat kita menyimpan hasil catatan, ulasan, atau detail lain tentang objek dari aktifitas yang kita kerjakan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sebagai contoh, di dalam &lt;em&gt;PC&lt;/em&gt; kita bikin target untuk baca buku minimal 5 lembar per hari. Maka buku itu adalah objek dari aktifitas kita. Bisa jadi setiap baca buku itu ada &lt;em&gt;insight&lt;/em&gt; yang ingin kita catat, maka tempat menulisnya adalah di dalam objek buku pada database ini. Jadi, setiap kita selesai membaca buku, kita akan memberikan tanda ceklis di &lt;em&gt;PC&lt;/em&gt; dan lanjut memilih dari database media, buku mana yang sudah kita baca dan tuliskan catatan yang dirasa perlu. Contoh prakteknya begini nih :&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/notion-sharing.GIF&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Dalam cuplikan di atas, contohnya saya pada hari Rabu tanggal 29 November 2023 itu sudah baca buku 5 halaman dan saya ceklis aktifitas baca bukunya. Nah sebagai buktinya adalah di field “Attach Media” saya memilih judul buku yang sudah saya baca yaitu buku “How to Win Friends and Influence People”. Dengan syarat judul buku itu terlebih dahulu sudah kita daftarkan di Database Media supaya ketika di klik field “Attach Media”, pilihan buku itu bisa muncul. Jadi paham ya, kita harus bikin objek aktifitasnya dulu di database, setelahnya baru bisa kita &lt;em&gt;attach&lt;/em&gt; di &lt;em&gt;PC&lt;/em&gt; sesuai aktifitas yang sudah kita ceklis.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Selanjutnya di objek buku itulah kita bisa tulis catatan atau ulasan kita. Ini saya kasih contoh catatan yang saya buat di Database Media dengan objeknya hasil belajar dari Online Course dengan judul “Project Management Principles and Practices : Initiating and Planning Project”&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/notion-media-1.png&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Di halaman media ini sudah saya buatkan metadata untuk tiap objeknya. Supaya catatan kita lebih rapih, dan lebih semangat menyelesaikan ketika melihat kolom “Status”, “Start Date”, dan “End Date” disitu. Kalian bisa kustomisasi isi metadata ini dengan menambahkan atau mengurangi field di halamannya, maka perubahan itu akan berlaku untuk semua jenis objek yang disimpan di dalam Database Media. Selanjutnya coba kita lihat isi dari halaman ini :&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/notion-media-2.png&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Nah pada bagian ini kita bebas berkreasi. Notion bisa dibuat ngetik dengan berbagai format. Bisa juga menyisipkan gambar, link, file PDF, dan lain sebagainya. Selain itu juga kita bisa manfaatin fitur AI buat nambahin kata-kata sesuai dengan apa yang kita mau. Keren kan!&lt;/p&gt;

&lt;h2 id=&quot;ayo-bergerak&quot;&gt;Ayo Bergerak!&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Nah ini saatnya kita kita aplikasikan teori hasil pembahasan diatas. Langsung aja klik link di bawah ini ya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://adnanfajri.notion.site/adnanfajri/Productivity-Monitoring-d71dd9cee7804b918b12ccc29340f65a&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Adnan - Productivity Monitoring&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Setelah buka halaman Notion itu, yang harus kamu lakukan adalah klik pilihan “Duplicate”&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/notion-duplicate.png&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Lalu kita buat dulu akun Notion (bagi yang belum punya), kalau udah punya maka halaman &lt;em&gt;PC&lt;/em&gt; dan Database Media itu akan tampil di Notion pribadi kamu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Selamat mencoba!&lt;br /&gt;
Kalau ada hal-hal yang mau ditanya bisa isi kolom komentar di bawah ini ya&lt;/p&gt;</content><author><name></name></author><category term="tulisan" /><summary type="html">Dua tahun berlalu sejak tulisan pertama saya tentang Notion (silakan di klik ya kalau mau tau bagian awalnya), akhirnya hari ini bisa dilanjutin lagi 🎉</summary><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://adnan.id/img/header-tutorial.png" /><media:content medium="image" url="https://adnan.id/img/header-tutorial.png" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" /></entry><entry><title type="html">Masalah Terus Datang, Bagaimana Bisa Hidup Tenang?</title><link href="https://adnan.id/tulisan/masalah-terus-datang-bagaimana-bisa-hidup-tenang/" rel="alternate" type="text/html" title="Masalah Terus Datang, Bagaimana Bisa Hidup Tenang?" /><published>2023-11-02T07:00:00+07:00</published><updated>2023-11-02T07:00:00+07:00</updated><id>https://adnan.id/tulisan/masalah-terus-datang-bagaimana-bisa-hidup-tenang</id><content type="html" xml:base="https://adnan.id/tulisan/masalah-terus-datang-bagaimana-bisa-hidup-tenang/">&lt;p&gt;Masalah selalu dan akan terus menerus hadir dalam hidup kita. Jika diibaratkan, masalah adalah sebuah batu seberat 1 Kg yang dijatuhkan ke bawah. Anggaplah posisi kita ada di bawah tempat batu itu akan jatuh.&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:10px&quot; src=&quot;https://i.pinimg.com/originals/88/06/71/8806719a5d7d7f455fb9cf4ce5552f5f.gif&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Jika yang ada di bawah itu adalah sebuah keramik, sudah bisa dipastikan akan terjadi benturan, keramiknya bisa retak atau bahkan pecah. Namun jika di bawah itu adalah sebuah karpet yang tebal, bisa kita bayangkan tidak akan ada benturan, dan batu itu tidak akan membuat kerusakan pada karpetnya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Begitupun perumpamaan diri kita ketika ditimpa masalah. Apakah sikap kita keras dan menganggap itu adalah sebuah musibah yang justru mengakibatkan diri kita sakit, atau sikap kita “legowo” menerima dan menganggap masalah yang datang adalah ujian untuk melatih kita agar lebih kuat dan membawa kita &lt;em&gt;to the next level&lt;/em&gt; dalam hidup ini.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;masalah-diberikan-pada-orang-yang-tepat&quot;&gt;Masalah Diberikan Pada Orang Yang Tepat&lt;/h3&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Nabi saja kalau keluar dari masalah, beliau dapat masalah baru. Lha kamu, maunya bebas dari masalah, ya gak bisa. (Gus Baha, dalam sebuah kutipan kata-katanya)&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Sebelum membahas lebih jauh, mari kita samakan persepsi tentang arti dari masalah menurut KBBI :&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:20px&quot; src=&quot;//adnan.id/img/kbbi-masalah.jpg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Jadi yang dimaksud masalah adalah hal-hal yang harus diselesaikan. Belum ada tendensi positif atau negatif dari makna tersebut. Sehingga memandang masalah sebagai suatu hal yang positif atau negatif adalah hasil dari persepsi kita pribadi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Oke, kembali ke kutipan kata-kata Gus Baha di atas.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Apakah karena Nabi Muhammad SAW seorang Nabi, makanya Allah kasih kelebihan agar kuat dalam menghadapi menghadapi tiap cobaan?
Nggak juga, pada dasarnya juga beliau manusia biasa.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Justru..
Nabi Muhammad SAW juga punya rasa lelah, namun beliau gak nunjukkin. Semua disandarkan kepada Allah SWT, sehingga beliau tetap kuat berdiri teguh dalam menghadapi tiap masalah yang menghalangi syiar agama Islam.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Justru..
Nabi Muhammad SAW yang jelas-jelas seorang utusan yang paling dicintai Allah SWT—yang namanya bersanding dengan nama Allah SWT di tiang &lt;em&gt;Arsy&lt;/em&gt;—yang merupakan makhluk paling mulia—aja dikasih masalah terus menerus sama Allah SWT. Apalagi kita yang hanya manusia biasa-biasa aja, ya kan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Masalah diberikan kepada orang yang tepat di waktu yang tepat menurut ketentuan-Nya. Percayalah ketika masalah datang, menurut “takaran” Allah kita sanggup menanganinya. Gak mungkin Allah kasih masalah melebihi kemampuan hambanya (QS. Al-Baqarah : 286).&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dengan menganggap masalah sebagai sebuah amanah yang harus dituntaskan, akan membuat kita belajar untuk bertanggung jawab dan sebagai bentuk kepercayaan Allah kepada kita. Sementara itu, jika kita menganggap masalah sebagai tantangan untuk perbaikan diri, akan membuat kita termotivasi untuk menambah hal-hal baik dalam hidup ini.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;masalah-bukan-untuk-dikhawatirkan&quot;&gt;Masalah Bukan Untuk Dikhawatirkan&lt;/h3&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Masa lalu adalah pelajaran, hari ini adalah anugerah, masa depan adalah misteri. (Ustadzah Aisyah Farid BSA)&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Jangan khawatir sama hal-hal yang belum kejadian, biasanya kekhawatiran itu adalah bentuk &lt;em&gt;suudzon&lt;/em&gt; kita kepada Yang Maha Bijaksana.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Khawatir besok gak bisa makan, khawatir uang gajian gak cukup buat hidup sebulan. Padahal yang mencukupi hidup kita itu bukan uang yang kita punya, tapi Rahmat Allah.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Khawatir kalau menikah malah nambah masalah. Kembali ke pembahasan persepsi sebelumnya, kalau kita melihat menikah adalah sebuah amanah yang Allah titipkan maka bisa menjadi ibadah. Memang hukum menikah pada dasarnya adalah &lt;em&gt;mubah&lt;/em&gt; namun bisa jadi &lt;em&gt;sunnah&lt;/em&gt; asalkan niat kita menikah untuk menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW, dan menikah adalah bentuk ibadah yang terpanjang, sesuai harapan para pengantin baru semoga langgeng seumur hidup sampai akhirat kelak.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Khawatir kalau punya anak di umur sekian nantinya gak bisa nemenin mereka main karena &lt;em&gt;gap&lt;/em&gt; usia yang terpaut jauh, padahal belum tentu umurnya akan sampai sesuai dengan yang ia perkirakan, umur gak ada yang tau sampai habisnya di angka berapa, selagi bisa ibadah ya jalanin aja terus.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Bayangkan kalau semua rasa-rasa khawatir itu ada di benak para pejuang kemerdekaan dulu, apakah bisa negeri ini bebas dari penjajah?&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Life is not a problem to be solved, but a mystery to be lived. (M. Scott Peck, dalam buku Conversations on Love)&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Hidup memang sudah digariskan, rezeki gak akan tertukar, jodoh pun sudah tertulis namanya di &lt;em&gt;lauhil mahfudz&lt;/em&gt;. Tinggal bagaimana kita ikhtiar dan tawakkal agar tujuan hidup ini bisa tercapai. Dan sebaik-baiknya tujuan hidup adalah untuk terus beribadah kepada Allah, karena tidak diciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Nya.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;masalah-terus-datang-bagaimana-bisa-hidup-tenang&quot;&gt;Masalah Terus Datang, Bagaimana Bisa Hidup Tenang?&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Kembali ke pernyataan awal, kalau masalah terus menerus datang, lalu apakah kita bisa hidup tenang?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ketenangan akan hadir ketika kita merasa aman karena &lt;em&gt;bergantung pada sesuatu&lt;/em&gt;. Se-mandiri-mandirinya orang, pasti bergantung pada sesuatu. Minimal bergantung pada rumahnya untuk tinggal menetap, bergantung pada kendaraannya untuk pergi bekerja, atau bergantung pada pakaiannya untuk menutup badan. Maka ketergantungan pada sesuatu itu adalah sifat naluriah yang pasti ada dalam diri setiap orang. Pertanyaannya, apakah kita bergantung pada sesuatu yang tepat?&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:10px&quot; src=&quot;//adnan.id/img/al-ikhlas-2.jpg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Umat muslim, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Ikhlas ayat 2 di atas hendaknya bergantung hanya kepada Allah SWT dalam segala kondisi. Susah, senang, sedih, bahagia, semua terjadi atas kehendak-Nya. Surga, neraka, api, air, bumi, matahari, dan semua yang ada, baik yang bisa kita lihat maupun yang tak bisa kita lihat, semua itu adalah ciptaan-Nya. Lalu hendak bergantung kemana lagi kita selain kepada-Nya?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Maka hakikat ketenangan hidup yang sesungguhnya bisa dicapai dengan bergantungnya kita hanya kepada Allah SWT.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Mulailah setiap aktifitas kita dengan &lt;em&gt;Bismillah&lt;/em&gt;, sebagai bukti ketergantungan kita dengan menyebut nama-Nya, karena tanpa membersamai-Nya kita tidak bisa melakukan apapun.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Luapkan rasa syukur dengan &lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt;, bukti pengakuan bahwa segala puji hanya milik-Nya yang Maha Agung, yang tidak ada sedetik pun waktu berlalu tanpa ada anugerah dari-Nya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Tundukkan hati kita dengan &lt;em&gt;Allahu Akbar&lt;/em&gt;, bukti bahwa kita sadar posisi sebagai hamba yang selalu butuh perlindungan-Nya, bahwa kuasa-Nya meliputi apapun dalam kondisi apapun, saking besarnya hingga tidak ada yang bisa menandingi kuasa-Nya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dengan begitu, setiap masalah yang datang akan dipandang sebagai wujud cinta dari yang maha pemilik cinta, Allah SWT.&lt;/p&gt;</content><author><name></name></author><category term="tulisan" /><summary type="html">Masalah selalu dan akan terus menerus hadir dalam hidup kita. Jika diibaratkan, masalah adalah sebuah batu seberat 1 Kg yang dijatuhkan ke bawah. Anggaplah posisi kita ada di bawah tempat batu itu akan jatuh.</summary><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://adnan.id/img/header-muhasabah.png" /><media:content medium="image" url="https://adnan.id/img/header-muhasabah.png" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" /></entry><entry><title type="html">Tujuh September</title><link href="https://adnan.id/tulisan/tujuh-september/" rel="alternate" type="text/html" title="Tujuh September" /><published>2023-09-07T07:00:00+07:00</published><updated>2023-09-07T07:00:00+07:00</updated><id>https://adnan.id/tulisan/tujuh-september</id><content type="html" xml:base="https://adnan.id/tulisan/tujuh-september/">&lt;p&gt;Kamis, 7 September 2023.&lt;br /&gt;
Sebagian orang menganggap hari ini layaknya hari-hari kamis seperti biasanya, berbeda denganku.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dua puluh delapan tahun yang lalu, tepat hari Kamis tanggal 7 September 1995 ibu melahirkanku.&lt;br /&gt;
Aku tak tau bagaimana kondisinya saat itu,&lt;br /&gt;
tak tau bagaimana tangguhnya perjuangan Ibu,&lt;br /&gt;
tak tau bagaimana hebatnya Bapak mengusahakan keselamatanku,&lt;br /&gt;
tak tau seberapa bahagianya mereka saat itu,&lt;br /&gt;
tak tau seberapa banyak peluh dan air mata mengalir kala itu,&lt;br /&gt;
tak tau seberapa banyak doa dari keluarga dan orang-orang terdekat menyertai kehadiranku,&lt;br /&gt;
aku tak tau.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Yang aku tau, saat ini aku bisa berdiri sehat dan kuat pastinya karena ada andil dari orang tuaku.&lt;br /&gt;
Yang aku tau, ilmu yang ku peroleh dan rezeki yang bisa ku nikmati saat ini karena ada andil dari orang tua dan keluargaku.&lt;br /&gt;
Yang aku tau, pencapaian hidup yang bisa aku raih saat ini pasti karena doa-doa dari orang tua dan keluargaku.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Miliaran balasan kebaikan tak akan cukup untuk membalas jasamu, Pak, Bu.&lt;br /&gt;
Biarlah adanya kebaikan padaku saat ini menjadi wujud atas keberhasilanmu,&lt;br /&gt;
adanya kebaikan padaku saat ini menjadi amal jariah yang mengiringi langkahmu.&lt;br /&gt;
Sungguh kebaikan yang ada ini datangnya dari Allah yang dititipkan kepadamu untuk diajarkan kepadaku,&lt;br /&gt;
sementara keburukanku adalah murni kelalaianku yang tak mampu mendengar nasihatmu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Selamat tanggal 7 September ya Pak, Bu.&lt;br /&gt;
Semua doa yang diberikan padaku di hari ini, aku mintakan kepada Allah agar diteruskan menjadi sebaik-baiknya balasan untukmu.&lt;br /&gt;
Semoga Bapak dan Ibu saat ini merasakan bahagia, sebagaimana bahagianya Bapak dan Ibu di tanggal 7 September 1995 kala itu.&lt;/p&gt;</content><author><name></name></author><category term="tulisan" /><summary type="html">Kamis, 7 September 2023. Sebagian orang menganggap hari ini layaknya hari-hari kamis seperti biasanya, berbeda denganku.</summary><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://adnan.id/img/header-muhasabah.png" /><media:content medium="image" url="https://adnan.id/img/header-muhasabah.png" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" /></entry><entry><title type="html">Produktif Dengan Notion</title><link href="https://adnan.id/tulisan/produktif-dengan-notion/" rel="alternate" type="text/html" title="Produktif Dengan Notion" /><published>2021-02-09T12:50:00+07:00</published><updated>2021-02-09T12:50:00+07:00</updated><id>https://adnan.id/tulisan/produktif-dengan-notion</id><content type="html" xml:base="https://adnan.id/tulisan/produktif-dengan-notion/">&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung, Siapa yang hari ini keadaannya sama dengan kemarin maka dia rugi, Siapa yang keadaan hari ini lebih buruk dari kemarin, maka dia celaka”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Ungkapan diatas sering kita dengar, beberapa sumber bilang kalau itu adalah hadits. Terlepas dari derajat ke-&lt;em&gt;shahih&lt;/em&gt;-an hadisnya saya gak akan bahas disini, paling nggak kita bisa ambil makna yang baik dari ungkapan tersebut.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dalam tulisan ini saya mau bahas bagaimana caranya biar kita tetep produktif khususnya di masa pandemi seperti ini. Untuk sebagian orang banyak waktunya dihabiskan di rumah dalam rangka bekerja di rumah, belajar di rumah, dll. Berhubung hari ini masih di bulan kedua pada tahun yang baru, gak ada salahnya buat kamu yang belum punya resolusi 2021 buat bikin secara tertulis.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kenapa harus tertulis?&lt;br /&gt;
Ya karena kalau cuma dihafal gampang lupa, biasanya kalau orang lupa itu pasti gak inget. Akhirnya cuma jadi angan-angan doang, tercapainya setengah-setengah, gak ada progres yang bisa dipantau, dan tahun-tahun berikutnya akan dilalui tanpa adanya peningkatan besar dalam diri.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Selama ini mungkin kita sudah familiar dengan notes/catatan di smartphone, Google Sheets, buku diary, dan beberapa &lt;em&gt;tools&lt;/em&gt; lain yang kita gunakan untuk mencatat, menulis resolusi, menulis log pengeluaran bulanan, dsb. Kendalanya adalah banyak media terpisah dan gak terintegrasi. Apakah ada &lt;em&gt;power tools&lt;/em&gt; yang bisa merangkum itu semua?  Jawabannya ada, salah satunya adalah &lt;strong&gt;Notion&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Saya bilang salah satunya aja, karena buat kawan-kawan yang udah familiar dengan &lt;em&gt;collaboration tools&lt;/em&gt; di bidang &lt;em&gt;project management&lt;/em&gt; mungkin sudah tau tools lainnya seperti Trello, Jira, dll. Namun dari beberapa tools yang pernah saya pakai, untuk pemakaian personal saya lebih suka pakai Notion. Kenapa gitu? kita akan bahas satu per satu ya!&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Sejak awal &lt;strong&gt;Notion&lt;/strong&gt; ini saya bilang sebagai &lt;strong&gt;&lt;em&gt;tools&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; alias alat, artinya produktifitas sebenarnya dimulai dari diri kita sendiri, dari niat dan usaha untuk selalu produktif. &lt;strong&gt;Notion&lt;/strong&gt; hanya alat untuk mencatat. Jangan salahkan alatnya kalau ternyata diri kita sendiri yang gakmau diajak produktif. Camkan itu nak!&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;h2 id=&quot;langkah-awal&quot;&gt;Langkah Awal&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Pertama pastinya unduh dulu aplikasi Notion di smartphone &lt;strong&gt;dan&lt;/strong&gt; desktop kamu ya. Saya pakai kata penghubung &lt;strong&gt;dan&lt;/strong&gt; disitu karena InsyaAllah dua-duanya akan terpakai. Trust me, it works 💪&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;Alternatif dari versi desktop bisa juga buka dari web Notion langsung. Terkadang kita butuh ngetik panjang lebar, lebih enak pakai keyboard fisik daripada ngetik di smartphone (kalau saya sih gitu)&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Setelah unduh dan bikin akun baru, kamu akan disuguhi beberapa template halaman yang sesuai judulnya bisa dipakai sesuai fungsi masing-masing.
Terus apalagi yang harus dilakukan?
Saya cerita berdasarkan penggunaan saya pribadi ya, kalau kawan-kawan ada ide lain boleh banget sharing supaya makin asyik. Oke, lanjut pembahasan di bawah.&lt;/p&gt;

&lt;h2 id=&quot;kerangka-dalam-notion&quot;&gt;Kerangka Dalam Notion&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Di dalam Notion kita akan menemui Page dan Database. Page adalah tampilan halaman yang bisa kita kustomisasi elemen-elemen yang akan ditampilkan, misalnya mau tambahin paragraf, gambar, tabel, quotes, hyperlink, dsb. Sementara Database adalah sekumpulan data yang kita simpan berdasarkan pengelompokkan tertentu. Database bisa dimasukkan sebagai elemen di dalam Page dan Page bisa menampung beberapa Database. Kalau mau bikin Database tinggal bikin Page baru dan di dalamnya klik pilihan tabel. Database inilah salah satu fitur yang sangat menarik di Notion!&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Contoh penerapan database yang saya buat :&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
  &lt;li&gt;List goal tahunan&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;List task yang &lt;strong&gt;memiliki relasi&lt;/strong&gt; dengan list goal tahunan&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;List media (buku/artikel/video/course) yang saya baca/dengar/pelajari &lt;strong&gt;memiliki relasi&lt;/strong&gt; dengan list task&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;List pengeluaran harian&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;List rencana jalan-jalan&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;Checklist produktifitas harian yang &lt;strong&gt;memiliki relasi&lt;/strong&gt; dengan list media&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;Coba perhatikan daftar database diatas, kita bisa bayangkan isinya pasti berbeda dan tampilan tiap database harusnya berbeda. Database dalam Notion bisa dikustomisasi tampilannya loh.&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/notion-db.PNG&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Mau bikin &lt;em&gt;kanban board&lt;/em&gt; untuk database List Goal Tahunan yang bisa dilihat progresnya bisa pilih tampilan “Board”.&lt;br /&gt;
Mau tampilin daftar pengeluaran harian di database List Pengeluaran bisa pilih tampilan “Table”.&lt;br /&gt;
Mau tampilin buku-buku di database List Media bisa pilih tampilan “Gallery”.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Silakan coba sendiri ya, sengaja gak saya kasih screenshot biar pada coba. Ohya disitu ada tulisan yang ditebalkan “&lt;strong&gt;memiliki relasi&lt;/strong&gt;” kita akan bahas ini nanti.&lt;/p&gt;

&lt;h2 id=&quot;bikin-breakdown-resolusi&quot;&gt;Bikin Breakdown Resolusi&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Tuliskan &lt;em&gt;goal&lt;/em&gt; besar yang ingin dicapai pada tahun ini. Kemudian dari tiap &lt;em&gt;goal&lt;/em&gt; tersebut coba dibuat perinciannya menjadi beberapa task-task kecil. Ibaratkan sebuah organisasi itu punya sebuah visi yang pelaksanaannya dilakukan dengan menjalankan misi-misi.
Untuk mempermudah kustomisasi, mulailah membuat page baru yang kosong. Di dalamnya tambahkan sebuah tabel, lalu klik &lt;strong&gt;New&lt;/strong&gt; untuk input isi tabel.&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/add-action.PNG&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Isi &lt;em&gt;property&lt;/em&gt; tabel ini tergantung kebutuhan, contoh pada gambar di atas isi &lt;em&gt;property&lt;/em&gt; “Category” dalam database Goal Tahunan saya buat beberapa pilihan untuk memudahkan dalam membagi segmennya. Contoh lain misal pada database buku, kita bisa tambahkan property “Genre” yang isinya &lt;em&gt;multichoice&lt;/em&gt; fiksi, non-fiksi, dll.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ini contoh isi database Goal Tahunan :&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/action-plan-2021.PNG&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Disitu ada property/kolom yang bernama “Actions”, isinya adalah &lt;em&gt;task&lt;/em&gt; kecil yang mendukung &lt;em&gt;goal&lt;/em&gt; besar. Hasil dari relasi dengan tabel breakdown task. Terkait hal itu akan kita bahas di bawah.&lt;/p&gt;

&lt;h2 id=&quot;daftar-task-hasil-breakdown&quot;&gt;Daftar Task Hasil Breakdown&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Buatlah sebuah database baru untuk menampung task. Ingat konsep diawal pembahasan tadi bahwa database adalah sekumpulan data yang kita simpan berdasarkan pengelompokkan tertentu. Database untuk task ini memiliki property sendiri, sebagai contoh :&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/contoh-task.gif&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Pada property “Relasi” kita pilih database Goal Tahunan yang telah dibuat tadi, setelah itu pilih goal apa yang terkait dengan task tersebut. Selamat, kamu telah berhasil melakukan join tabel.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Breakdown juga bisa kita lakukan pada database task. Misalnya salah satu task isinya adalah “Baca Buku Sejarah” maka di dalamnya kita bisa bikin relasi ke database buku. Tentu sebelumnya kita harus buat terlebih dahulu database bukunya. Biar lebih gampang saya kasih contoh lagi nih salah satu relasi antara database task dan database buku/media yang saya punya.&lt;/p&gt;

&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom:15px&quot; src=&quot;/img/contoh-relasi.gif&quot; /&gt;&lt;/center&gt;

&lt;p&gt;Dan yang lebih asyiknya lagi dalam database media tersebut kita bisa bikin rangkuman dari buku/artikel/course online yang sudah kita baca atau pelajari. Semua catatan akan jadi satu!&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Contohnya saya sedang ikutin course online yang berjudul “DevOps Foundation”, sembari nyimak saya bisa bikin catatan di database media biar makin paham belajarnya. Kalau mau lihat catatan saya dalam databasenya bisa klik &lt;a href=&quot;https://www.notion.so/adnanfajri/DevOps-Foundation-6eea0debd1a84f45904a9959f308e18c&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;link berikut&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sebenernya masih ada lagi fitur-fitur menarik Notion yang mau saya kupas, antara lain gimana caranya mengurutkan task berdasarkan prioritas dan gimana caranya bikin website dengan Notion. Tapi pembahasannya kita lanjut di sesi berikutnya ya. Stay tune!&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Btw iya, kamu gak salah baca, Notion bisa dipake buat bikin website dengan domain sendiri!&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Gak percaya?&lt;br /&gt;
Coba klik project website yang lagi saya bangun ini&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;
  &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://almuqorrobin.web.id&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Website Masjid Jami’ Al-Muqorrobin&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;h3 id=&quot;___&quot;&gt;___&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Update lanjutan tulisan ini ada di : &lt;a href=&quot;https://adnan.id/tulisan/produktif-dengan-notion-2/&quot;&gt;Produktif Dengan Notion (2)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><author><name></name></author><category term="tulisan" /><summary type="html">“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung, Siapa yang hari ini keadaannya sama dengan kemarin maka dia rugi, Siapa yang keadaan hari ini lebih buruk dari kemarin, maka dia celaka”</summary><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://adnan.id/img/header-tutorial.png" /><media:content medium="image" url="https://adnan.id/img/header-tutorial.png" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" /></entry></feed>